Caleg PAN Hendri Agustira: Muda dan Pergaulannya Luas

Caleg PAN Hendri Agustira: Muda dan Pergaulannya Luas

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Percaturan politik di Kota Pekanbaru makin menarik untuk dicermati. Terjunnya sejumlah wartawan ke kancah politik praktis membuat persaingan untuk meraih suara rakyat makin ketat. Seperti tampilnya Hendri Agustira, wartawan muda Riau, yang tengah berada di puncak karirnya di dunia pers.

Tira, begitu sapaan akrab pria low profile ini, maju sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Kota Pekanbaru dari Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pemilihan (Dapil) V Tampan.

Dunia parlemen merupakan dunia baru bagi Tira setelah belasan tahun menjadi wartawan di Riau Pos Grup (RPG). Jabatan terakhir yang diembannya sebelum cuti karena ikut "nyaleg" adalah sebagai General Manager (GM) di suratkabar Pekanbaru MX.


Pria ganteng kelahiran 36 tahun silam ini memperoleh nomor urut 4 dalam persaingan untuk berebut 45 kursi yang ada di DPRD Pekanbaru. Wakil Ketua DPD PAN Pekanbaru ini optimistis bakal meraih satu dari delapan kursi legislatif yang tersedia dari Dapil V Tampan, sekalipun diakuinya persaingan di dapilnya tersebut sangat ketat mengingat banyaknya caleg-caleg incumbent yang ambil bagian.

Hendiri Agustira (4 dari kanan) bersama pengurus masjid.

"Namun melihat dukungan dari masyarakat Tampan yang sangat besar, Insya Allah, saya akan bisa mewujudkan impian menjadi legislator Pekanbaru," kata Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Tampan tersebut.

Tira sendiri mengklaim memiliki basis suara setidaknya sekitar 2.500 sampai 3.000 konstituen di Kecamatan Tampan yang berasal dari berbagai komunitas. Pergaulannya yang luas sebagai wartawan maupun tokoh sentral di masjid-masjid di kecamatan terpadat di Pekanbaru tersebut, membuat anak muda yang murah senyum ini begitu mudah untuk berbaur dengan berbagai kalangan baik muda maupun tua.
 
Apalagi kakek dari isteri Tira, (alm) Haji Muhammad Yusuf, yang merupakan tokoh Panam dan satu-satunya yang makamnya hingga kini berada di kawasan Masjid Al Fitrah, di Jalan Soebrantas, Panam. "Di masjid itu, kakek dari isteri saya dimakamkan," kata suami dari Laylani Marsil.

Sebagai caleg yang berasal dari kalangan pers, Tira sendiri mengaku punya obsesi tersendiri jika nantinya duduk sebagai legislatif di DPRD Pekanbaru. Keinginan terbesar Tira adalah memperjuangkan perhatian pemerintah, khususnya di Pekanbaru, untuk perusahaan-perusahaan pers yang kini hidupnya semakin susah akibat kondisi perekonomian negeri serta aturan-aturan yang kurang berpihak kepada media massa.

"Memperjuangkan 20 persen dana aspirasi dewan untuk kesejahteraan perusahaan pers di Pekanbaru menjadi bagian dari visi misi saya jika nanti terpilih menjadi anggota DPRD Pekanbaru," ungkap Ketua PWI Pekanbaru periode 2014-2017 ini.

Tira mengaku prihatin melihat nasib perusahaan pers beberapa tahun terakhir yang semakin sulit dan pastinya berimbas kepada kehidupan para wartawan yang menjadi ujungtombak media massa.

"Saya dapat merasakan parahnya kondisi perusahaan pers saat ini. Ini tentu mesti ada solusi dan upaya-upaya untuk menaikkan kembali taraf hidup rekan-rekan wartawan," kata Tira yang karir kewartawanannya mulai melambung setelah meliput sejumlah peristiwa besar seperti "Binjai Berdarah" tahun 2002 ketika masih menjadi wartawan Posmetro Medan serta kemudian dipercaya untuk mengikuti Forum Bisnis dan Kebudayaan di Swiss tahun 2017 silam.

Selain dunia profesi yang sudah membesarkannya selama ini, menurut Tira, Kecamatan Tampan yang menjadi Dapilnya, juga sangat membutuhkan sosok wakil rakyat yang benar-benar dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat setempat. Karenanya, kata sulung dari tiga bersaudara, dia sudah ikhlas untuk 'mewakafkan' dirinya sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat Tampan, jika nanti diamanahkan untuk duduk di DPRD Pekanbaru.

"Dari silaturahmi dan pertemuan-pertemuan dengan berbagai kalangan masyarakat Tampan, banyak hal yang disampaikan dan dikeluhkan selama ini. Soal penataan wilayah, penanggulangan banjir, peningkatan perekonomian dan taraf kehidupan warga serta masalah-masalah sosial, semua aspirasi tersebut sudah saya himpun dari masyarakat. Ternyata banyak sekali masalah dan 'PR' untuk saya maupun teman-teman caleg bila terpilih nanti," tutur Tira, yang wajahnya bila diperhatikan mirip dengan Walikota Pekanbaru H Firdaus tersebut.

Tidak ada kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kebanggaan insan pers di Riau untuk sosok Hendri Agustira, kecuali sebaris kalimat dukungan ini: "Selamat berjuang Hendri Agustira, semoga sukses melangkah ke parlemen!"