Beras 2014

Kualitas Raskin Inhu tak Layak

Penyaluran Raskin di Inhu diduga beras yang diproduksi bulan Mei setahun lalu.(HALUAN RIAU/EKA)

RENGAT(HR)-Beras miskin yang akan disalurkan buat masyarakat, ternyata kualitasnya jauh dari yang diharapkan dan tak wajar dikonsumsi meski bagi mereka yang tak mampu.

Pantauan Haluan Riau, beras yang disalurkan Bulog Rengat ke kecamatan, salah satunya kecamatan Rakit Kulim. Beras yang ada seperti beras sudah busuk, karena warna beras sudah menghitam.

 Selain itu beras bukanlah produksi tahun 2015 melainkan beras produksi tahun 2014 dan itu tercantum pada karung beras yang juga tercantum merk UD Tanjung Jaya.

Babinsa desa Talang Suka Maju dan Talang Sungai Limau, Kopral Kepala Agusman, yang memantau ke kantor desa menyebutkan untuk desa Talang Suka Maju 3,42 ton, namun penerima mencapai 500 Rumah Tangga Sasaran (RTS).

"Saya tidak tahu mengapa jumlahnya segini, tidak akan sesuai dengan penerima yang ada, karena sebelumnya setiap RTS bisa mendapatkan sampai 30 kilogram," ujarnya.

Menurutnya, beras yang sampai ke desa tak layak dikonsumsi oleh warga. Meskipun beras untuk orang miskin, tak seharusnya seperti itu, apalagi beras yang ada merupakan beras produksi bulan Mei 2015.

 Kasi Pelayanan Bulog Rengat Adri, menyatakan penyaluran Bulog tersebut berdasarkan pada stok beras yang ada di Bulog.

"Beras yang ada merupakan beras dengan spek medium dengan harga Rp1.600 per kilo dan setiap keluarag akan mendapatkan 15 kilogra, dengan jumlah 183.360 kilogram per bulan se-Inhu.

Saat ditanya tentang kualitas beras yang tak layak di konsumsi, Adri menegaskan, silahkan dilaporkan kepada pihak terkait termasuk Bulog.

 Jika memang ada kesalahan pada beras tersebut dan tak sesuai dengan spek yang ada maka pihak Bulog siap menggantinya.

Kabag Administrasi Perekonomian Setda Inhu Dahjoni, menegaskan jika memang ada Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima Raskin tidak terima dengan kondisi beras tersebut, maka silahkan melaporkannya kepada tim Raskin di kecamatan dan beras tersebut akan diganti. (eka)
 


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar