Wisata

Ini Alasan Wisatawan Tertarik Mengunjungi Rumah Alam Bakau RMJ di Siak

Para wisatawan dari luar negeri berkunjung ke Rumah Alam Bakau Kampung Rawa Mekar Jaya Sungai Apit. (Foto: RMC/Sugianto)
RIAUMANDIRI.CO, SIAK - Selain terkenal dengan Istana Siak, Kabupaten Siak juga memiliki destinasi wisata lain yang cukup menarik bagi wisatawan. Salah satunya adalah, Rumah Alam Bakau Kampung Rawa Mekar Jaya (RMJ), yang berada di Kecamatan Sungai Apit.
 
Rumah Alam Bakau ini selalu ramai dikunjungi wisatawan baik dari daerah Siak sendiri maupun luar daerah. Bahkan wisatawan mancanegara juga tertarik datang ke tempat ini. Hal itu terbukti dengan banyaknya karcis yang terjual dan semakin bertambahnya pengunjung ke Rumah Alam Bakau hingga belasan ribu orang per tahunnya.
 
"Syukur Alhamdulillah wisatawan yang datang ke Rumah Alam Bakau RMJ ini semakin hari semakin meningkat, apalagi di saat musim liburan," kata Setiono, Ketua Pengelola Rumah Alam Bakau Rawa Mekar Jaya kepada Riaumandiri.co, Senin (8/1/2018).
 
Sistem pengelolaan di Rumah Alam Bakau ini, jelas Setiono, pihaknya melibatkan masyarakat dan dibagi tugas untuk menjaganya. Selain itu pengelola juga mendirikan rumah karcis untuk kendaraan.
 
"Untuk masuk ke hutan magrove ini pengunjung dikenakan biaya karcis per sepeda motor Rp2.000, mobil Rp5.000, dan karcis masuk ke hutan mangrove Rp4.000. Bagi wisatawan dijamin puas dan nyaman karena keamanan di sini selalu terjaga," ungkapnya.
 
Setiono juga mengaku, pengelolaan hutan magrove atau Rumah Alam Bakau RMJ selama ini masih secara swadaya dan karena keterbatasan biaya pengelolaan tempat wisata hutan magrove RMJ masih belum maksimal.
 
"Kita memang angsur-angsur membangun hutan magrove ini, dan syukur Alhamdulillah walaupun secara swadaya, tempat ini sudah banyak disukai dan dikunjungi orang luar, bahkan mereka (wisatawan, red) rela jauh-jauh dari luar daerah dengan melintasi jalan yang begitu jelek untuk menikmati indahnya hutan mangrove RMJ ini," ujarnya.
 
"Untuk pengunjung selama dalam setahun Alhamdulillah sekitar 8.000 lebih. Harapan kami kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Siak agar akses jalan menuju tempat wisatadDari Simpang Pusaka, Buton, Sungai Rawa dan Rawa Mekar Jaya di-based dan diaspal, sehingga berdampak kepada peningkatan wisata Hutan Magrove RMJ," ungkapnya penuh harap.
 
Sementara itu Bambang B, salah satu pengunjung mengatakan, Rumah Alam Bakau Kampung Rawa Mekar Jaya sangat indah dan menyegarkan. Tempat tersebut sangat cocok untuk rekreasi menghilangkan rasa jenuh.
 
"Pokoknya luar biasa keindahan pohon magrove Rumah Alam Bakau Kampung Rawa Mekar Jaya. Kami sekeluarga sangat terhibur dan puas dengan pemandangan hutan mangrove ini. Ke depan hutan magrove ini bisa lebih bagus, apalagi tanaman magrove yang baru ditanam kelihatan bagus pertumbuhannya," harapnya.
 
Camat Sungai Apit Suparni memberikan aspresiasi dan mendukung sepenuhnya pengelola Rumah Alam Bakau Kampung Rawa Mekar Jaya yang selalu aktif dalam segala hal untuk memajukan tempat-tempat pariwisata di Kecamatan Sungai Apit.
 
"Memang luar biasa, walaupun pengelolaan tempat pariwisata Rumah Alam Bakau secara swadaya, namun sudah banyak menarik perhatian wisatawan, bukan saja luar daerah, namun dari luar negeri seperti Jerman, Australia, Singapura, Malaysia, Brunei dan negara lainnya sudah banyak berkunjung ke Rumah Alam Bakau RMJ. Semoga tempat pariwisata di Sungai Apit bisa terus berkembang dan maju menarik wisatawan dari luar sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat tempatan," pungkasnya. ***
 
 
Reporter : Sugianto
Editor     : Mohd Moralis


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Loading...

Tulis Komentar