INFOTORIAL PEMKO DUMAI

Menuju Swasembada Pangan, Walikota Serahkan Empat Unit Alat Mesin Panen Padi

Menuju Swasembada Pangan, Walikota Serahkan Empat Unit Alat Mesin Panen Padi
DUMAI (RIAUMANDIRI.co) - Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS menyerahkan empat unit alat mesin panen padi yang biasa disebut Alsintan Combine Harvester Mini, Rabu (2/08/2017). Penyerahan dilakukan di lokasi persawahan Kelompok Tani Tunas Harapan, Jalan Melati, Kelurahan Tanjung Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan, yang merupakan binaan dan pendampingan dari Kodim 0320 Dumai. 
 
Hadir dalam acara penyerahan tersebut, Dandim 0320 Dumai Letkol Kav Rendra Siagian, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai, Hadiono, Plt. Kadis PUPR Syahminan, Kepala Bulog Divre Dumai Rinaldi, Plt Kabag Humas Pemko Dumai Riski Kurniawan dan puluhan kelompok tani.
 
Walikota Dumai secara langsung menyerahkan alat panen padi kepada Ketua Kelompok Tani Tunas Harapan, Sutrisno. Kemudian diikuti Dandim 0320 Dumai Letkol Kav Rendra Siagian yang menyerahkan alat panen secara simbolis kepada kelompok tani Sumber Alam Makmur Kelurahan Batu Teritip.
 
Selanjutnya Hadiono menyerahkan secara simbolis kepada Ketua kelompok tani Aman Jaya Kelurahan Basilam Baru, dan Kepala Bulog Rinaldi menyerahkan secara simbolis alat panen padi kepada Kelompok Tani Melati Kelurahan Basilam Baru.
 
Walikota berpesan kepada kelompok tani  penerima alat panen padi, agar memelihara bantuan dengan baik, karena mesin ini sangat membantu meringankan kerja para petani di saat memanen padi. "Tunjuk satu atau dua orang untuk mengoperasikan mesin, karena semakin banyak tangan mesin akan semakin kurang baik. Selain itu, sisihkan hasil panen untuk cadangan biaya perawatan, jangan lupa mengganti oli secara teratur, bahan bakarnya jangan sampai kosong. Pergunakanlah dengan baik dan jaga barang ini," pesan Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS. 
 
Pada kesempatan itu, Walikota Dumai menyebutkan bahwa apa yang diberikan ini merupakan bentuk motivasi pemerintah kepada para petani. Apalagi sekarang sedang digalakkan swasembada pangan. Selain itu, potensi pemasaran pangan khususnya beras di Kota Dumai sangat terbuka lebar karena dari kebutuhan 30 ribu ton per tahun, baru bisa dipenuhi 6 ribu ton, jadi masih kekurangan 24 ribu ton untuk di Dumai. 
 
"Apalagi kalau panen padi itu jelas akan laku, masyarakat Indonesia dan Dumai khususnya, makan nasi itu sehari rata-rata 3 kali. Artinya jika menanam padi itu jelas pemasarannya. Anggapan masyarakat selama itu memandang petani itu kerja yang kurang penting, itu salah. Sebenarnya petani merupakan sosok yang mandiri dan sesuai ajarana agama hasil yang didapat petani itu dari keringat jerih payah dan halalan toyibah," ungkap Walikota memberi motivasi.
 
Dengan kebutuhan beras yang baru bisa terpenuhi sekitar 15 persen ini, tentu peluang petani padi sangat terbuka untuk terus memproduksi beras sebanyak-banyaknya, karena pemasaran permintaan beras ini tidak pernah berhenti. Ini sangat berbeda dengan sawit misalnya, ketika lebaran kadang toke sawit tidak mau lagi membeli buah sawit.
 
Sementara itu, Dandim 0320 Dumai Letkol Rendra Siagian menyampaikan bahwa TNI siap untuk melakukan bimbingan dan pendampingan terhadap seluruh kelompok tani di Dumai yang ada di tujuh kecamatan. Terlebih lagi kelompok tani padi, jagung dan kedelai yang jelas membantu ketahanan pangan nasional. Di kelompok tani ini TNI membantu dalam bidang pengairan dan berbagai pendampingan lain.
 
"Sebagai kebersamaan, kepada bapak para kelompok tani ini diharapkan bisa menyisihkan 10 persen dari hasil panennya untuk dijual ke Bulog Dumai, dan itu untuk menstabilkan harga pangan sangat berguna. Meskipun kemungkinan harga gabah bulog di bawah harga standar pasaran, tapi ini hanya 10 persen dan untuk kepentingan bersama demi ketahanan pangan nasional," pinta Dandim 0320 Dumai Letkol Kav Rendra Siagian. 
 
Plt Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Hadiono, menjelaskan bahwa pada tahun 2016 lalu, tanaman padi seluas 2.103 hektare dengan produksi beras hampir 4 ribu ton. Sementara sasaran tahun 2017 adalah 2.291 hektare. 
 
Terkait bantuan alat panen padi yang diserahkan Walikota yang bersumber dari APBN dan bantuan dari dana APBD I serta APBD Dumai , kata Hadiono, jelas mempercepat pemanenan padi, jika dengan manual 1 hektare dipanen dalam beberapa hari, maka dengan alat bantuan ini hanya memakan waktu antara 4-5 jam saja.
 
Sutrisno selaku Ketua Kelompok tani tunas harapan mengucapkan terimakasih atas bantuan alat panen. "Tentunya sangat membantu mempercepat pemanenan. Dengan mesin ini gabah padi bisa langung terpisah yang hampa dan yang berisi. Selain itu juga mempercepat kerja," ucapnya.
 
Di kelompok tani tersebut beranggotakan 27 orang dengan lahan yang digarap seluas 42 hektare. Padi yang dipanen merupakan jenis bakondit, dengan umur 100 hari. "Panen kali ini merupakan yang ke empat kalinya, dimana per hektarenya rata-rata mendapat 4,8 ton," terang Sutrisno. 
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 03 Agustus 2017
 
Reporter: Parno Sali
Editor: Nandra F Piliang