DPRD Minta Satpol PP Bertindak

Jelang Ramadhan, PKL Mulai Menjamur di Jalur Lambat Subrantas

Jelang Ramadhan, PKL Mulai Menjamur di Jalur Lambat Subrantas
PEKANBARU (RIAUMANDIRI.co) - Pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan HR Soebrantas-Panam, Kecamatan Tampan mulai menjamur menjajakan dagangan mereka. Tidak hanya memakan badan jalan, tapi sudah nekad berjualan di jalur lambat kawasan tersebut.
 
Kondisi ini sudah berlangsung lama, terlebih memasuki bulan puasa yang tidak lama lagi, para PKL ini semakin bertambah dan sulit untuk ditertibkan. Kondisi ini jelas akan membuat masyarakat Kota Pekanbaru, terutama yang tinggal di daerah Panam khawatir. 
 
Jika tidak ditertibkan segera, tentunya akan memunculkan masalah baru, saat ini saja, jumlahnya sudah puluhan pedagang. Karena itu, DPRD Pekanbaru meminta agar Satpol PP segera menindaklanjuti kondisi ini.
 
Seperti yang disampikan Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono ST yang mengharapkan agar Satpol PP segera bertindak. Karena jika dibiarkan, akan semakin sulit menertibkannya nanti, apalagi Bulan Puasa sudah dekat.
 
"Ya, laporan ini sudah banyak kita terima. Kita dari DPRD sangat menyayangkan. Kan sudah jelas jalur lambat yang diperuntukkan bagi pengendara, bukan untuk jualan. Jelas ini salah. Bahkan khusus di eks Pasar Jongkok ini, memang tidak diperbolehkan lagi berjualan," kata Sigit, Ahad (2/4/17).
 
Secara implisit, pemerintah tidak melarang para PKL ini berjualan. Tapi bukan di tempat yang sudah dilarang, termasuk di jalur lambat dan eks Pasar Jongkok tersebut. Sebelumnya Pemko sudah menyiapkan tempat di Jalan Purwodadi. Seharusnya pedagang bisa masuk ke sana.
 
"Kita tidak menghambat kawan-kawan PKL mencari rezeki. Itu tadi, kan sudah disiapkan tempat. Kenapa tidak mau masuk ke situ (Purwodadi). Di jalur lambat dan badan jalan itu tidak boleh, karena hak masyarakat pengendara ada di sana," tambah politisi Demokrat ini.
 
Baca juga di Koran Haluan Riau edisi 03 April 2017
 
Reporter: Joni Hasben
Editor: Nandra F Piliang