Nasional

Lahar Dingin Rusak Jalan dan Lahan Pertanian

Sejumlah warga melakukan penjagaan pada lokasi jalan rusak yang diterjang lahar dingin, sebagai peringatan bagi pengendara harus hati-hati saat melintas, baru-baru ini.

 

Tiganderket (HR). Akses jalan utama penghubung Kecamatan Tiganderket dan Kecamatan Kutabuluh Simule, rusak berat pasca diterjang lahar dingin dari Gunung Sinabung, baru-baru ini.
Hujan penyebab terjadi banjir lahar yang mengarah ke lembah-lembah sekitar Gunung Sinabung , dan mengalir melewati desa melalui sungai atau parit, ungkap Tim Evaluasi Bencana Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Irianto saat ditemui Analisa, keamrin di pos pemantau Sinabung Jalan Ndokum Seroga Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Akibat terjangan lahar dingin tiga jam lamanya, kendaraan tidak dapat melintas, setelah alat berat PU datang dan menyingkirkan material lahar berupa pasir, bongkahan batu besar dan kayu barulah jalan bisa dilalui.
Itupun kendaraan harus ekstra hati-hati melintasi jalan, sebab jalan mengalami rusak berat dengan gorong-gorong parit hampir terputus, dan bagian jalan sebagian hanyut terbawa arus lahar dingin, kata salah seorang warga, Jhony Tarigan.
Selain jalan Tiganderket penghubung Kecamatan Kuta Buluh rusak berat diterjang lahar dingin, kejadian sama dialami petani sekitar lembah yang lahannya tertimbun material lahar dengan kondisi tanaman fuso total.
Bajir Lahar dingin yang terjadi menyapu bersih tanaman masyarakat, kerugian akibat terjangan lahar dingin yang merusak areal pertanian warga diperkirakan mencapai Rp 200 juta, ujar Darma Kaban.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Karo, Agustoni Tarigan mengungkapkan, kerugian dialami petani akibat lahan pertaniannya diterjang lahar dingin, khususnya Kecamatan Tiganderket belum dihitung.
Pertumbuhan Kubah
Saat ini, Gunung Sinabung mengalami pertumbuhan kubah disertai pertumbuhan lidah lava, awan panas guguran, guguran lava vijar dari puncak sering terjadi dan itu mengarah ke sektor selatan hingga tenggara gunung (cendrung ke arah timur).
Alterasi cukup kuat berdampak memperlemah kestabilan lereng bagian utara. Sebabnya, potensi menimbulkan longsor, banjir bandang pada musim penghujan di daerah lembah mungkin saja bisa terjadi.
Banjir lahar dingin pada aliran lava baru, berasal dari Bukit Uruk Tuhan pasti akan terjadi, dan umumnya material rombakan berpotensi menjadi lahar dingin saat hujan deras. Mengingat hal itu, warga diimbau jauhi sungai atau lembah sekitar Sinabung, begitu juga pada wisatawan dilarang dekati zona berbahaya, kata Irianto. (anl/ivi)


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar