Upaya Persuasif tak Buahkan Hasil

Besok, PKL Teratai Digusur Paksa

Besok, PKL Teratai Digusur Paksa

PEKANBARU (riaumandiri.co)-Setelah menempuh upaya persuasif selama dua bulan terakhir untuk merelokasi Pedagang Kaki Lima di Jalan Teratai dan sekitarnya ke Pasar Higinenis tidak membuahkan hasil, besok, Jumat (16/9), tim terpadu Pemko Pekanbaru akan melakukan penggusuran paksa.

"Selama ini pendekatan persuasiaf, sosialisasi maupun imbauan yang kita berikan tak kunjung direspon baik oleh pedagang, ditunjukkan dengan masih berlanjutnya aktivitas jual beli yang nyata-nyata sudah dilarang d Jalan Teratai. Mereka enggan pindah ke Pasar Higienis dan Pasar Senapelan yang disediakan Pemko Pekanbaru. Makanya kita bersama tim, Jumat lakukan penertiban," kata Kepala Badan Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, Rabu (14/9).

Disebutkannya, bila agenda yang dijadwalkan tidak molor pedagang masih memiliki kesempatan selama dua hari yakni, Kamis dan Jumat siang. Untuk segera berpindah dengan kesadaran sendiri ke kios-kios yang sudah disiapkan Pemerintah Kota Pekanbaru, sebab bila pedagang masih membandel, tim akan melakukan penggusuran paksa.

"Kita masih berikan toleransi ke pedagang untuk pindah ke tempat yang telah disediakan, kita juga akan laksanakan rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait," katanya.

Sebelum penertiban menyeluruh dilakukan, Satpol-PP Pekanbaru sudah turun langsung ke lokasi memberikan selebaran berisi imbauan mengosongkan Jalan Teratai dan sekitarnya. Sebanyak 50 personel diturunkan ke lokasi menyisir lapak pedagang di Jalan Teratai, Alamuddinsyah dan Seroja.

Seperti diketahui meski Pemko Pekanbaru sudah memberikan beberapa penawaran dan kemudahan kepada PKL agar mau berpindah ke Pasar Higienis, namun hal itu tak membuat para PKL
Besok
tergiur dan tetap memilih berjualan di pinggir jalan.

Kemudahan yang dimaksud diantaranya, pedagang yang masuk ke Pasar Higienis akan dilakukan pembinaan oleh Pemko Pekanbaru, ditambah dengan retribusi yang ditetapkan lebih murah dibanding biasa dibayar PKL kepada oknum dengan dalih uang kebersihan dan keamanan.

Pantauan Haluan Riau, belum lama ini di lokasi masih terlihat sejumlah PKL menggelar berbagai jenis barang dagangan di sepanjang Jalan Teratai Pekanbaru.

Salah seorang pedagang di lokasi Andi, mengaku akan tetap bertahan di lapak dagangannya di pinggir ruas Jalan Teratai, dia menilai Pasar Higienis kurang memadai, selain lokasi berada di dalam, disana juga tidak ada pembatas antara kios satu dengan kios yang lainnya.

"Jalan masuknya juga susah, mana mau pembeli masuk ke pasar, ini fakta, terbukti beberapa hari saya berjualan disana tak ada pembeli yang datang," terang Andi.

Pasar Higienis yang dimaksud adalah hasil revitalisasi dari bangunan SD Negeri 019, yang diklaim sudah tidak maksimal lagi, karena dari tahun ke tahun jumlah siswa terus menurun. Luas lahan bekas SDN 019 itu sekitar 2.500 persegi, kini disulap jadi lapak untuk pedagang sayur, buah dan ikan.

Bicara anggaran menghabiskan sekitar Rp2,7 miliar, dengan jumlah kios sebanyak 150, lantaran jumlah pedagang dengan jumlah kios yang disediakan tidak berimbang, tidak semua pedagang bisa ditampung di sana. Sebab dikethui jumlah pedagang yang berjualan di ruas Jalan Teratai dan sekitarnya adalah sebanyak 405 pedagang.***