Rio Ditantang Terus Konsisten

Rio Ditantang Terus Konsisten

Jakarta (riaumandiri.co)-Driver Indonesia, Rio Haryanto, ditantang satu hal di ajang Formula 1. Bisa terus menyelesaikan balapan menjadi tantangan untuk pebalap asal Solo itu.

Dalam dua balapan yang sudah dilakoni, Rio masih belum tampil konsisten. Dia gagal finis di Albert Park. Sementara di GP Bahrain, dia menyudahi balapan di posisi 17.

Pebalap nasional, Rifat Sungkar, menilai bahwa prestasi Rio harus diraih selangkah demi selangkah.

Bersama Manor musim ini, pebalap 23 tahun itu ditantang untuk bisa terus konsisten menyelesaikan balapan.


Bisa terus menyentuh garis finis di sisa balapan musim ini dinilai sudah menjadi pencapaian yang bagus.

 "Prestasi itu ada anak tangganya, sekarang dia sudah bisa finis itu bagus. Nanti kalau ada budget lebih banyak, kita baru bicara 15 besar, dia 10 besar, delapan besar dan lain-lain," ujar Rifat kepada para pewarta saat ditemui di acara peluncuran Program Pertamax Motorsport di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/4).

"Rio saat ini konsisten saja, menang itu belakangan. Juara itu saya anggap bonus. Konsisten bisa berada di garis finis itu bagus," imbuhnya. Pebalap Indonesia, Rio Haryanto, sudah menjalani dua seri balapan di ajang Formula 1. Dia dinilai sudah mengangkat nilai komersial pariwisata Indonesia. Keberadaan Rio di ajang F1 sudah menyita perhatian sejak penentuan kursi terakhir di ajang adu cepat 'jet darat'. Dia memastikan satu kursi terakhir yang ada di tim Manor.

Ekspos untuk Rio berlanjut hingga seri perdana musim ini di GP Australia. Dia ikut menjalani sesi konfrensi pers menjelang balapan. Rio bersama Esteban Gutierrez, dan Joylon Palmer, bergabung dengan Daniel Ricciadro, Sebastian Vettel, dan Lewis Hamilton untuk menjalani sesi tanya jawab dengan para pewarta.

Ekspos besar itulah yang dinilai sudah meningkatkan nilai komersial pariwisata Indonesia. Soal hal itu, penalap nasional, Rifat Sungkar, mengungkapkan pendapatnya. "Sejak Rio ada di F1 dua seri ini saja, berapa nilai komersial yang sudah diterima oleh pariwisata Indonesia? Mungkin lebih dari Rp1 triliun.

 Nama Indonesia sudah terangkat, kalau orang pintar pasti berpikir ke situ. Kalau yang tidak pasti berpikir mengapa dia tidak menang," kata Rifat.

Keikutsertaan Rio di ajang F1 ini masih menyisakan pekerjaan rumah. Dia masih harus menyelesaikan pembayaran kewajiban uang yang harus disetor ke Manor. Sejauh ini baru Pertamina yang menjadi sponsor dengan nilai 5 juta euro.

Pihak Kementerian Pariwisata yang diharapkan bisa menempelkan kampanye, 'Wonderful Indonesia' akan memberi bantuan senilai Rp5-6 miliar. Jumlah itu dinilai oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi masih terlalu sedikit.(dtc/pep)