Mengenang Satu Tahun Tenas Effendi

Sisilita Resmikan Bilik Tenas di Pustaka Soeman HS

Sisilita Resmikan Bilik Tenas  di Pustaka Soeman HS

PEKANBARU (riauamandiri.co)-Tokoh Melayu Riau yang terkenal hingga ke beberapa negara Asia, Tenas Effendi memang sudah meninggal dunia. Namun jasa-jasanya terhadap bumi Melayu ini tidak akan pernah hilang, termasuk ingatan tentang kehidupan pribadinya sehari-hari.

Apa yang telah dihasilkannya menjadi warisan yang amat bermakna bagi kemanusiaan pada umumnya, kebudayaan dan peradaban di alam Melayu khususnya. Semua hasil karyanya tidak akan hilang dan akan terus bertahan.

Hal tersebut disampaikan etua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Al Azhar, saat menyampaikan sambutan pada acara pembukaan, mengenang 1 tahun Tenas Effendi, dan bulan Tenas, di gedung Pustaka Soeman HS, Senin (15/2).
Sisilita

"Saya teringat bagaimana Almarhum, setiap kali ke luar negeri seperti ke Malaysia, Singapura dan Brunei, beliau selalu meninggalkan buku tentang Melayu. Dan melalui kegiatan yang menghala pada tujuan pendalaman dan penyebarluasan makna warisan Tenas Effendy," ujar Al Azhar.

Sementara itu, kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah, Yoserizal Zein, yang juga sebagai ketua panitia pameran buku hasil karya Tenas Effendi mengatakan, pameran buku di Pustaka Soeman HS ini, menampilkan sebanyak 127 judul buku hasil karya Tenas dan juga dari karya pengarang lain yang menceritakan tentang Tenas.

"Di bilik Tenas Efendi ini terdapat berbagai judul buku. Dan kita juga masih menunggu dari negara lain yang akan membawa langsung ke sini, seperti dari Malaysia, Brunei, Singapura dan Thailan," ungkap Yoserizal.

Ditempat terpisah, istri Plt Gubri Sisilita Juliandi Rachman, yang meresmikan bilik Tenas Effendi, mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat bagus untuk menghormati dan menjaga keutuhan budaya Melayu yang telah dikembangkan oleh Tenas Effendi.

"Saya berharap kegiatan ini bisa berlangsung tiap tahunnya, dari sini bisa menggali dan melestarikan budaya Melayu agar tidak hilang dimakan waktu. Generasi sekarang dan masa depan bisa mempelajarinya dari bilik Tenas Effendi ini," kata Sisilita.

Di bilik Tenas Effendi ini menampilkan karyanya sejak tahun 1969 sampai dengan 2014. Selain itu pada pemeran akan ada manuskrip, lukisan, design-disaign motif, foto-foto, rekaman audio dan audi visual, memorabilia, dan peta kembara.

Sebagaimana diberitakan seelumnya, pada kegiatan bulan Tenas Effendi akan dilaksanakan 15 Februari-25 Maret 2016. Ada sebanyak 10 Kegiatan diantaranya, pameran karya budaya Tenas Effendy, seri syarahan atau kuliah umum warisan Tenas Effendy, kolokium bahasa dan pemikiran Tenas Effendy, malam seni budaya, majelis adat mengenang Tenas Effendy.

Selanjutnya, kenduri arwah almarhum Tenas Effendy, dialog televisi mengenang Tenas Effendy, memaknakan MEA, videografi H Tenas Effendy kesaksian kesenian OK Nizami Jamil, dialog lintas budaya dan program televisi dan radio baca 'Tajuk Ajar Melayu' belia lintas etnik.

Kegiatan bulan Tenas Effendy ini, tidak hanya didukung oleh Pemerintahan Provinsi Riau dan stakholder. Tetapi juga di dukung oleh negara tetangga Malaysia dan Singapura. Seperti, GAPENA Malaysia, Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, APM Universitu Malaya, ATMA University kebangsaan Malaysia, pust bahasa Melayu Singapura. Dunia Melayu Dunia Islam pusat Melaka.

Acara pembukaan mengenang satu tahun Tenas Effendi ini, dihadiri oleh seluruh tokoh masyarakat Riau, Forkopinda, dan keluarga besar Tenas Effendi.(nur)