Tour de Siak Membawa Siak Terkenal di Mancanegara

Tour de Siak Membawa Siak Terkenal di Mancanegara

SIAK, RIAUMANDIRI.CO - Event Tour de Siak yang hampir 3 tahun berturut-turut dilaksanakan ini, ternyata menjadi event olahraga yang mampu menjadikan kabupaten Siak sebagai kabupaten Pariwisata Melayu. Olahraga ini mampu memacu pertumbuhan sektor pariwisata di Riau.
Dengan momentum pariwisata iini ternyata membuat Kabupaten Siak, semakin dikenal, tidak hanya di tingkat nasional namun hingga internasional.
Dengan langkah awal, pada event pertama yang diadakan yaitu pada 2013, Pemerintah Kabupaten Siak, memiliki komitmen untuk menjadikan momentum ini menjadi langkah awal bagi pengembangan pariwisata di wilayah Riau ternyata berhasil. Sebab, banyak efek positif yang didapatkan dengan digelarnya event internasional tersebut.
Dengan event ini, dapat memberikan nilai tambah bagi promosi dan investasi daerah, pembangunan infrastruktur dan perekonomian karena event ini kental dengan nuansa Melayu yang dimulai dengan sambutan bujang dan dara, kuliner khas Melayu sehingga Siak, memiliki julukan sebagai Siak The Truly Malay.
Seperti yang diungkapkan oleh Bupati Siak Syamsuar, bahwa event ini, menjadikan Siak sebagai salah satu pusat destinasi pariwisata nasional, yakni sebagai pusat sejarah dan kebudayaan Melayu ternyata perlahan-lahan dapat teruwujud. Karena, ternyata setiap libur pekan, banyak wisatawan dalam dan luar negeri datang berkunjung ke Siak, karena penasaran dengan kabupaten yang memiliki julukan Negeri Istana ini.
"Banyak efek positif yang kita dapatkan dari event ini, Kabupaten Siak ini, setiap tahun jadi lebih berkembang, dan menjadi banyak dikenal masyarkat, tidak hanya masyarakat dalam negeri, namun hingga ke luar negeri," ungkap Syamsuar.
Ia juga mengatakan, Tour de Siak juga merupakan salah satu upaya meningkatkan daya tarik wisata daerah. Dimana lewat event olahraga program promosi daerah semakin baik selain itu juga meningkatkan perekonomian.
''Pengembangan daya tarik dan destinasi budaya Melalui olahraga merupakan upaya efektif untuk mempromosikan Siak. Tour de Siak saat ini sudah masuk dalam agenda event nasional dan diharapkan dan juga masuk dalam daftar kegiatan internasional," ungkapnya.
Ia menyebutkan, bahwa hal ini Kabupaten Siak sebagai destinasi wisata olahrga di Riau, menyadari betul, bahwa potensi ini belum tergarap maksimal. Di kabupaten/kota di Riau, ada obyek wisata andalan yang dimiliki. Sekiranya bisa dikemas dan diakomodir dengan baik, maka akan jadi suatu yang menarik.
Dalam kurun empat tahun terakhir ini, sektor pariwisata terus digalakkan oleh Pemkab. Selain mengoptimalkan obyek yang ada seperti wisata dan sejarah, juga pergelaran event.

Kabupaten Siak sendiri saat ini konsen terhadap pengembangan wisata. Tak hanya mengandalkan obyek yang ada, melainkan terus mengebangkannya. “Kami ingin jadikan Siak sebagai destinasi wisata olahraga di Riau dan Sumatra,” ujar Syamsuar.
Pemkab menyadari sektor pariwisata akan terus berkembang maju. Sektor wisata yang dikembangkan, sejarah, budaya, alam, buatan dan even serta reigius. Sebagai perbandngan di negara-negara maju, pariwisata selalu diikutsertakan. “Kami harapkan provinsi dapat mensupport terhadap pengembangan pariwisata di Riau,” pinta dia.
Tour de Siak dijadikan sebagai event obyek wisata unggulan. Dua kali penyelenggaran, panitia pelaksanan dinilai sukses lakukan promosi daerah, penyelenggaraan dan juga menarik wisatawan yang berkunjung ke Siak. Atas keberhasilan ini, pemerintah pusat melalui kementrian Pariwisata memberikan kesempatan bagi kabupaten Siak untuk lakukan laounching di Jakarta yang difasilitasi oleh Kemenpar, sekaligus sarana promosi. Pemkab terus melakukan pembenahan dan juga peningkatan destinasi wisata baik itu alam, sejarah, budaya, event dan buatan.
"Di Siak, sudah ada pusat latihan gajah (PLG) dan sudah sudah difungsikan. Kemudian ada istana Siak, makam kerajaan, museum, Plaza Turap, dan taman nasional menunggu izin Menhut LH. Selain itu, Siak juga dipercayakan kejuaraan BMX Asia, tahun kemarin, dan hasilnya tak mengecewakan.Tak ketinggalan juga, wisata religius dan syariah yang dikembangkan oleh Pemkab. Wisata religius ini, kini mulai digandrugi oleh wisatawa terutama dari Timr Tengah, dan juga domestik. “Kami minta saran dan dukungan terhadap pada mentri,” pungkasnya.


 



TdS 2015
TdS 2015‎ direncanakan akan digelar mulai 15 s/d 20 September 2015. Pemkab Siak telah menyediakan anggaran dalam APBD sekitar Rp2,6 miliar, event ini akan diikuti oleh 18 tim pembalap sepeda, 10 tim dari mancanegara dan 8 tim lokal atau tim dari beberapa provinsi di Indonesia.
Hal ini dijelaskan oleh Asisten 1 Setdakab Siak H Fauzi Asni, saat dikonfirmasi terkait kegiatan balap sepeda Tour de Siak 2015. "10 tim luar negeri yang akan tampil pada Tour De Siak tersebut antara lain adalah CCN Laos, NSC Malaysia, Nice Cycling Swiss, TST Iran, Singha Thailand, St George Merida Australia, Skydive Dubai, Timnas Brunai Darussalam, EHBS Australia, dan Cebu Cycling Philipines," jelasnya.
Sekretaris panitia lokal TdS 2015 Syamsurizal menjelaskan  rute atau stage yang akan dilalui peserta TDSi yakni pada hari Rabu (16/9) stage 1 Siak-Simpang Dayun 3 laps-Siak, dan stage 2 Kamis (17/9) melintas Siak-Perawang-Siak. Selanjutnya  Jumat (18/9) stage 3 melintas Siak-Sungai Apit-Siak, serta Sabtu (19/8) stage 4 hanya berkeliling Siak.
Acara tersebut berlangsung pada hari Selasa (15/9) dengan agenda pembukaan Fun Bike, dan dilanjutkan parade atlet, serta pembukaan TDSi.
"Saat ini sudah banyak peserta yang mendaftar dalam TdS, selain itu peserta luar negeri sudah ada juga yang memboking tiket pesawat untuk pergi-pulangnya. Harapannya even ini sukse, berlangsung aman dan lancar," ujar Syamsurijal.

 


Pedagang Untung
Selain itu, pelaksanaan TdS yang sudah tiga kali berturut-turut dilaksanakan, tentunya membawa nilai tersendiri untuk pariwisata di Siak dan juga membawa rezeki tersendiri pula bagi masyarakat Siak. Khususnya para pedagang, banyak dari mereka mengaku saat acara TdS penjualan atau penghasilan mereka naik hingga 100 persen.
"Kalau bisa di Siak ini tiap bulan ada ivent-ivent yang mengundang orang luar, sehingga Siak makin maju dan kami pedagang penghasilannya bisa bertambah," ujar pedagang nasi di sekitar turap Siak. (adv)