Panen Raya di Muara Kelantan

Masyarakat Sulit Pasarkan Hasil Panen

ilustrasi

SUNGAI MANDAU (HR) - Petani padi di Kecamatan Sungai Mandau, kususnya Desa Muara Kelantan merasa kesulitan memaparkan hasil panennya. Jumlah pengusaha yang mau bergerak dibisnis gabah sangat sedikit, sementara hasil panen masyarakat tahun ini cukup lumayan.

Hal ini terungkap saat panen raya yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Sungai Mandau di Desa Muara Kelantan, Rabu (14/1). Petani berharap, pemerintah bisa mendatangkan pengusaha atau memberikan modal pada koperasi untuk mengelola hasil panen padi tersebut.

"Kami kesulitan memaparkan hasil panen, memang ada pengusaha di desa kami yang membeli padi, namun kemampuannya terbatas," ujar Amran saat dialog dengan Pemcam Mandau dan Dinas Holtikultural dan Tanaman Pangan.

Menanggapi hal ini, Camat Sungai Mandau mengaku akan menindaklanjuti keluhan petani, dan berusaha mencarikan jalan keluar. "Saya pikir, masalah pemasaran hasil pertanian padi ini bisa diatasi, karena banyak pihak yang melirik.

Pengusaha lokal banyak, selain itu, pengusaha luar juga banyak yang datang ke Siak," ujar Camat.

Seperti halnya di Bungaraya, lanjut Camat, informasi yang ada, hasil panen padi banyak dibeli oleh pengusaha dari luar kota. Artinya, banyak pengusaha yang bisa menampung hasil panen tersebut. Namun demikian, perlu dicarikan jalannya.
 
Meskipun hanya sedikit pembeli, namun harga gabah masih normal, artinya petani masih punya harapan meraih keuntungan dari hasil panen.

"Rencana kami, panen raya kita gelar di tiap desa yang punya sawah, tujuannya untuk mendengar apa persoalan dilapangan," ujar Camat.

Hasil diskusi dengan petani itu, lanjutnya, akan disampaikan kepada pemerintah Kabupaten, baik melalui instansi terkait atau pada forum yang digelar Pemkab Siak. (mg1)


[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar