Gajah Jantan mati Membusuk di HPHTI PT AA

Diduga Diracun, Dalam Usus Ditemukan Nenas

Diduga Diracun, Dalam Usus Ditemukan Nenas

PINGGIR (HR)-Seekor gajah jantan muda ditemukan mati membusuk dan dikerubuti belatung di areal HPHTI milik PT Arara Abadi di KM 52 Dusun Suluk Bongkal, Desa Koto Pait, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Senin (22/6) pagi. Tidak ditemukan adanya bekas tindak kekerasan di tubuh satwa yang dilindungi negara itu. Dugaan sementara, gajah itu mati akibat diracun.

"Bangkai gajah itu pertama kali ditemukan pekerja kontrak sekitar pukul 10.00 WIB Senin pagi. Kondisinya sudah membusuk. Diperkirakan sudah seminggu mati.

Malamnya sekitar pukul 22.00 WIB, staf perusahaan dan pihak terkait sampai di TKP. Selanjutnya sekitar pukul 22.30 WIB, temuan itu kami laporkan ke Polsek Pinggir secara lisan," ungkap Humas PT Arara Abadi, Susianto, Selasa (23/6) kemarin.

Ditambahkannya, pada malam itu juga, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) yang turun ke TKP, langsung melakukan otopsi. Setelah proses otopsi selesai, bangkai gajah tersebut baru dikubur di lokasi yang sama. Pekerjaan itu berlangsung hingga pukul 24.00 WIB tengah malam.

Terkait hal itu, Kepala Resort BBKSDA di Balai Raja, Amson Daulay, membenarkan adanya temuan gajah mati tersebut. Menurutnya, gajah muda itu berjenis kelamin jantan. Usianya diperkirakan antara 15 sampai 18 tahun. Gajah itu diperkirakan tewas seminggu sebelumnya.

"Diduga gajah itu mati karena diracun. Di ususnya ditemukan nenas. Diduga racunnya dimasukkan ke dalam nenas itu. Apa jenis racunnya belum bisa dipastikan. Kita masih menunggu hasil labor. Dalam otopsi dari sekitar pukul 21.00 WIB hingga jam 23.00 WIB malam itu, sampel organnya sudah diambil tim medis BBKSDA, Fitra dan Pak Jojon. Sampel tersebut akan dikirim ke labor Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Regional II Bukittinggi," papar Amson.

Sedangkan Kapolsek Pinggir, Kompol Afrizal Asri, juga membenarkan adanya temuan bangkai gajah dalam areal HPHTI PT Arara Abadi itu. Berdasarkan informasi Babinkamtibmas yang turun ke TKP, kata Kapolsek, gajah itu diperkirakan tewas sekitar lima hari sebelumnya. Di tubuhnya tak ditemukan bekas tindak kekerasan. Apa penyebab kematian gajah itu, belum bisa diapastikan.
"Dari laporan Babinkamtibmas, tidak ada tindak kekerasan seperti bekas tembak atau tombak di tubuh gajah itu. Meski demikian, kita masih menunggu hasil pengecekan labor oleh BBKSDA terhadap sampel organ penting gajah itu," ujarnya.
Gading Hilang?

Terkait gading gajah jantan muda itu terjadi perbedaan informasi. Humas PT Arara Abadi Susianto maupun Kapolsek Pinggir Kompol Afrizal Asri SIK menyebut gading di jasad satwa terancam punah itu masih ada.

"Gadingnya masih ada. Tapi kecil. Gajahnya kan masih muda," tutur Susianto kemarin. Terpisah, Kapolsek Kompol Afrizal Asri pun menyebut begitu. "Laporan anggota, gadingnya masih ada. Kecil, karena gajahnya masih muda. Pihak perusahaan dan masyarakat yang ditanya anggota saya pun menyebut begitu," ujar Kapolsek.

Sebaliknya, Amson Daulay merasa yakin kalau gading gajah jantan itu telah hilang. "Gading gajah itu telah hilang dua-duanya. Saat ditemukan, leher gajah itu diganjal pakai kayu. Diduga saat itulah gadingnya dicabut. Panjang gadingnya diperkirakan sekitar 40 centimeter. Ini berdasarkan pengamatan staf BBKSDA yang turun ke lapangan. Yang tersisa itu bukan gading. Warnanya memang kuning. Tapi itu hanya pembalut gadingnya saja lagi," urai Amson. (sus)