Di Perairan Aceh, Perusahaan Asal Inggris Mulai Lakukan Pengeboran Minyak

Ahad, 15 Mei 2022 - 22:45 WIB
Ilustrasi internet

RIAUMANDIRI.CO - Premier Oil Andaman Limited, perusahaan minyak asal Inggris berhasil melakukan tajak atau pengeboran laut dalam  sumur Timpan-1 Wilayah Kerja Andaman II yang terletak di perairan Aceh pada Selasa (10/5/2022).

Pengeboran itu untuk menemukan potensi sumber daya migas yang berlokasi di perairan Selat Malaka. Posisi ini berbatasan langsung dengan wilayah perairan Thailand. 

Nama Sumur Timpan sendiri diambil dari nama makanan khas masyarakat Aceh yaitu kue manis yang lezat terbuat dari tepung ketan.

Pengeboran lepas pantai yang dilaksanakan kurang lebih berjarak 150 kilometer dari garis pantai Kota Lhokseumawe tersebut merupakan jenis pengeboran laut dalam atau deepwater. 

Pelaksanaan pengeboran ini menggunakan kapal pengeboran yang bernama West Capella yang melaksanakan pengeboran laut dalam perdananya di Indonesia. 

Melalui pengeboran ini diharapkan dapat berhasil dan mendapatkan kandungan migas yang ekonomis untuk dapat dikembangkan lebih lanjut.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus menyebutkan, SKK Migas  terus mendorong kontraktor untuk melakukan pengeboran secara masif untuk mencapai target produksi 1 Juta Barel dan 12 BSCFD pada 2030.

“Pengeboran Sumur Timpan-1 yang dilakukan oleh Premier Oil Andaman Limited a Harbour Energy Company merupakan bagian dari empat sumur eksplorasi yang akan di bor yang di Wilayah Aceh. Wilayah Aceh sendiri untuk KKKS yang berada bawah pengawasan SKK Migas pada tahun 2022 direncanakan akan ada 13 kegiatan sumur pengembangan dan 4 kegiatan sumur eksplorasi,” ungkap Rikky.

Dia mengapresiasi Premier Oil Andaman yang melakukan pengeboran laut dalam perdana di tahun ini yang masuk dalam perairan Aceh.

Pada 2018, wilayah kerja Andaman II dimenangkan oleh Konsorsium Premier Oil Andaman Limited-KrisEnergy (Andaman II) Ltd-Mubadala Petroleum (Andaman II) RCS Ltd.

Kontrak bagi hasilnya ditandatangani pada April 2018, antara SKK Migas dengan Premier Oil Andaman Limited a Harbour Energy Company dengan dua kali tiga tahun masa eksplorasi.

Pada 2019, KrisEnergy melepas melepas 30 persen partisipasi interest-nya di blok ini kepada BP

Kontrak bagi hasil dari Andaman II menggunakan skema gross split, dengan jangka waktu kontrak selama 30 tahun.

Premier Oil Andaman Limited telah mengerjakan beberapa kegiatan di empat tahun pertama yaitu studi G&G, akuisisi data seismik 3D seluas 2,797 kilometer persegi, serta persiapan pengeboran.

Semuanya ini merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen harus dipenuhi kepada Pemerintah Republik Indonesia.

 

 

Editor: Nurul Atia

Terkini

Terpopuler