Studi Sebut Keinginan Bepergian Jadi Motivasi Banyak Orang Mau Divaksin

Selasa, 08 Maret 2022 - 10:31 WIB
Bepergian rupanya menjadi motivasi kuat bagi sebagian orang untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. (Instagram @explorenusapenida)

RIAUMANDIRI.CO - Keinginan jalan-jalan atau bepergian rupanya menjadi motivasi kuat bagi sebagian orang untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Hal ini terungkap dari sebuah studi yang dilakukan oleh Washington State University.

Menurut survei yang dilakukan peneliti terhadap warga di Amerika Serikat itu, orang-orang yang punya motivasi kuat untuk bepergian cenderung tidak terlalu khawatir dengan potensi efek samping atau komplikasi jangka panjang, serta lebih mungkin divaksin.

"Banyak orang menganggap bepergian adalah bagian dari gaya hidup mereka dan berkontribusi terhadap kesejahteraannya."

"Mereka khawatir bakal kehilanrgan nilai-nilai pengalaman dari bepergian jika tidak divaksin," kata Dogan Gursoy, Taco Bell Distinguished Professor di Hospitality Business Management, WSU Carson College of Business, seperti dikutip Kompas.com dari situs WSU.

Gursoy adalah penulis utama studi yang dipublikasikan di Tourism Management itu.

Temuan tentang motivasi bepergian adalah bagian dari studi yang secara lebih luas menyoroti tentang bagaimana pesan memengaruhi niat orang-orang terkait dengan vaksin Covid-19.

Dalam survei tersebut, para peneliti menemukan bahwa daya tarik emosional dan berbasis kerugian paling persuasif dalam mengubah niat orang untuk divaksinasi.

Seperti diketahui, banyak destinasi wisata mensyaratkan vaksin bagi para pengunjungnya.

Bahkan, temuan sama juga didapatkan para peneliti terhadap orang-orang yang belum punya rencana liburan atau perjalanan bisnis dalam waktu dekat.

“Kami mendefinisikan "keinginan bepergian" di sini sebagai kerinduan untuk bepergian."

"Artinya, orang-orang rindu melarikan diri dari lingkungan sehari-hari mereka, (dan ingin) melihat tempat baru dan memiliki pengalaman baru," ujar Gursoy.

Survei ini dilakukan terhadap 1.021 warga AS yang menilai keinginan bepergian mereka dalam skala lima poin.

Studi menemukan, responden survei dengan keinginan bepergian tertinggi juga memiliki niat vaksinasi Covid-19 tertinggi.

Bahkan, 266 responden survei yang sebelumnya mengatakan tidak akan divaksinasi kemudian menjadi termotivasi untuk mendapatkan vaksin karena keinginan bepergian mereka yang kuat menyeimbangkan keraguan mereka tentang vaksin.

Selain itu, banyak orang juga mau divaksin untuk melindungi orang-orang di sekitarnya

Sejak awal 2020, Gursoy telah mempelopori upaya untuk melacak efek pandemi terhadap industri perhotelan dan pariwisata.

Sekitar 5.000 orang telah menjawab pertanyaan tentang vaksin dalam survei sebelumnya, sementara sekitar 30 persen secara konsisten mengatakan mereka tidak akan mendapatkan vaksin Covid-19.

Menurut Gursoy, temuan studi terbaru ini dapat membantu pemulihan ekonomi industri perjalanan dan pariwisata.

“Menarik bahwa kerinduan orang-orang untuk berlibur dapat membantu mengatasi keraguan mereka terhadap vaksin."

"(Sehingga) menghasilkan tingkat vaksinasi yang lebih tinggi serta pengurangan pembatasan dan saran perjalanan terkait Covid-19," ungkapnya

Editor: Nurul Atia

Tags

Terkini

Terpopuler