Lantai Retak-retak dan Debu Beterbangan

Senin, 20 April 2015 - 09:19 WIB
Beginilah kondisi Sekolah Dasar Negeri 11 Kampung Jatibaru, Kecamatan Bungaraya. Lantai pecah-pecah dan berdebu membuat siswa kurang nyaman belajar.

Belum hilang ingatan soal bangunan SD yang sangat sempit dan harus berbagi dengan ruangan Tata Usaha dan perpustakaan, kini ditemukan lagi sekolah lain yang kondisinya tak kalah mengenaskan.

Salah satunya Sekolah Dasar Negeri 11 Kampung Jatibaru, Kecamatan Bungaraya. Di SD tersebut, khususnya di lokal kelas 1, 2 dan 3, ruangan bisa dikatakan tak layak untuk ruang belajar. Apalagi di dalamnya berisi anak-anak yang rentan dengan kondisi yang tak sehat.

Di tiga lokal tersebut, lantainya retak-retak yang bisa mengakibatkan anak-anak terjatuh. Selain itu, ketika musim panas, debu pun tak dapat terelakan. Sehingga debu itu terhisap anak-anak yang belajar di dalamnya setiap waktu.

"Ruangannya memang kurang bagus Om, lantai pecah-pecah dan kalau musim panas debu berterbangan dan kami kurang nyaman berada di dalamnya. Saya sih inginya ruangan ini dibangun atau dikramik  biar saya habis belajar bisa main-main sama teman dan baju atau celana saya tidak kotor lagi karena debu," ujar Putra, salah seorang siswa SDN 11 Jatibaru, Sabtu (18/4) kemarin.

Sumarmi, Kepala Sekolah SDN 11 Jatibaru membenarkan apa yang disampaikan siswanya. Dikatakannya keadaan kelas tersebut khususnya kelas 1, 2 dan 3 bagian lantainya sudah banyak yang rusak, pecak-pecah atau gempa ke bawah.
"Memang iya, lokal kelas 1, 2 dan 3 kalau musim panas debunya naik. Bangunan lokal pertama tersebut memang bagus bagian pondasi dan kayunya hingga sekarang, namun hanya bagian lantai yang lonsor ke bawah karena tanah di bawahnya gambut," jelasnya.

Lebih lanjut Sumarmi mengungkapkan, melihat keadaan lokal yang ada di sekolahanya, ia sudah mengajukan perbaikan ke anggaran tambahan.

"Kita selalu mengusulkan lokal ini agar dibangun dari tahun 2011 melalui musrenbang atau UPTD. Namun sampai tahun 2014 kemarin, tak juga dibangun. Kita berharap kepada pemda agar bisa membantu dan merealisasikan lokal tersebut untuk segera  dibangun, agar kondisi lokal tersebut tidak semakin parah rusaknya," harapnya.

Anggota Dewan Siak Ketua Komisi I Sujarwo mengatakan, tahun 2016 nantik tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Siak ini baik sarana maupun prasarana pendidikan yang kurang.

"Masalah sekolah yang keadaanya kurang memadai, atau mungkin sekolah tersebut bagian lokalnya kurang layak dihuni memang diharapkan untuk tahun 2016 nanti sudah tidak ada lagi, maka dari itu untuk kepala sekolah agar dapat segera melaporkan kondisi sekolahanya kepada kepala UPTD dinas pendidikan agar apa yang dikeluhkan sekolahan tersebut bisa dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten untuk segera diperbaiki lokal yang rusak dan kurang nyaman tersebut. Untuk itu, nanti saya akan lihat kondisi sekolahan tersebut,"ujarnya.

Sementara itu Kepala UPTD Pendidikan Bungaraya Aan Darlis Azwar ketika dihubungi melalui telpon seluler mengatakan, memang keadaan SDN 11 Jatibaru tersebut perlu direhab. Tahun 2015 ini akan segera dilakukan perbaikan di lokal kelas 1, 2 dan 3 tersebut.

" Memang iya, sekolahan itu perlu diperbaiki dan sebenarnya tahun 2014 kemarin sekolahan itu sudah direhab. Tapi berhubung ada kesalahan teknis pada konsultan dan anggaran tidak cukup, maka tahun ini akan segera dibangun, mungkin sekitar bulan Junilah akan mulai dilaksanakan," pungkasnya.***

Editor:

Terkini

Terpopuler