Lee Kuan Yew Wafat

Selasa, 24 Maret 2015 - 08:20 WIB
lee kuan yew.

SINGAPURA (HR)-Suasana duka saat ini meliputi rakyat Singapura. Hal itu setelah mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew (91), meninggal dunia Senin (23/3) dini hari kemarin. Sebagai bentuk penghargaan, pemerintah Singapura menetapkan masa berkabung nasional selama tujuh hari ke depan.

Sebelum meninggal, Lee diketahui mengidap pneumonia berat. Sejak 5 Februari lalu, pria yang dinilai telah berhasil membangun dasar Singapura itu, telah dirawat di Singapore General Hospital.

Untuk menghormati kepergian Lee, pemerintah Singapura resmi mengumumkan berduka selama tujuh hari hingga 29 Maret mendatang. Gedung-gedung pemerintahan akan mengibarkan bendera setengah tiang sebagai simbol penghormatan kepada Bapak Singapura.

Pemerintah Singapura memberikan waktu lima hari bagi warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir untuk Lee. Jenazah Lee akan diletakkan di gedung parlemen Singapura dari Rabu hingga Sabtu mendatang. Jam besuk diberlakukan pukul 10.00-20.00 waktu setempat.

Pemerintah Singapura juga memberikan kesempatan bagi warganya untuk menyampaikan dukanya melalui kartu ucapan selamat tinggal yang digelar di gerbang istana presiden. Selain itu, ucapan duka juga bisa diutarakan melalui situs www.rememberingleekwanyew.sg.

Jenazah Lee akan dimakamkan secara resmi pada Minggu, 29 Maret mendatang, di University Cultural Center. Pemakaman tak hanya akan dihadiri kerabat, pejabat negara, dan undangan, tapi juga bagi siapa saja yang ingin datang.

31 Tahun
Lee Kuan Yew memimpin Singapura sebagai Perdana Menteri selama 31 tahun, mulai dari 1959 hingga 1990. Dia pun dikenal sebagai pria yang berhasil mengubah negara kota itu dari sebuah pos kolonial yang tidak memiliki kekayaan alam apapun menjadi salah satu negara yang dikenal sebagai Macan Asia.

Pasca mundur dari jabatan tersebut, sahabat dekat mantan Presiden Indonesia Soeharto ini tetap aktif mempertahankan pengaruhnya di balik layar pemerintahan sebagai menteri senior dan menteri mentor sampai mundur dari kabinet usai pemilu 2011.

Salah satu ucapannya yang terkenal, pada 1988 silam, menyatakan,"Bahkan ketika saya sakit terbaring di tempat tidur, atau bahkan jika saya diturunkan ke liang kubur, jika saya merasakan ada yang salah dengan Singapura, saya akan bangun kembali."

Pada Februari 2013, Lee menjalani perawatan di Singapore General Hospital setelah menderita detak jantung tidak teratur berkepanjangan. Lee akhirnya diizinkan keluar dari rumah sakit, namun tetap menjalani terapi antikoagulan.

Pada 5 Februari lalu, pria berusia 91 tahun tersebut dirawat di Singapore General Hospital akibat pneumonia parah. Lee dirawat dalam perawatan intensif dengan alat pendukung kehidupan, meski kondisi kesehatannya saat itu seringkali dikabarkan stabil. Lee terus dirawat di rumah sakit tersebut hingga dinyatakan meninggal pada pukul 3.18 waktu Singapura. (bbs, kom, tem, rol, sis)

Editor:

Terkini

Terpopuler