Komisioner KPID Riau Jadi Narasumber FGD Review Kurikulum STAIN Bengkalis

Rabu, 24 Oktober 2018 - 17:35 WIB
Dua komisioner KPID Riau Asril Darma dan Asrar Rais foto bersama dengan pimpinan STAIN Bengkalis dan mahasiswa.

RIAUMANDIRI.CO, BENGKALIS – Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau diundang menjadi narasumber Forum Grup Diskusi (FGD) Revisi Visi Misi dan Review Kurikulum Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bengkalis, Selasa (23/10/2018).

Pada kegiatan yang berlangsung di Ruang Micro Teaching, Kampus STAIN Bengkalis, Desa Senggoro, Kabupaten Bengkalis itu, KPID Riau mengutus dua orang komisioner yakni Koordinator Bidang Isi Siaran, Asril Darma, SSi dan Koordinator Bidang Kelembagaan, M Asrar Rais, SE, MM. 

Selain KPID Riau, STAIN juga mengundang narasumber dari RRI Bengkalis, TS Muhammad Iqbal dari Bidang Pemberitaan.

Wakil Ketua I STAIN Bengkalis, Haris Riadi, MAg, saat membuka acara berharap kepada jajaran Prodi KPI untuk benar-benar matang dalam menetapkan Visi Misi dan Kurikulum yang akan diterapkan untuk beberapa semester ke depan. 

“Revisi dan review tentu saja mencakup semua aspek. Subtansi tentu menjadi yang utama. Namun redaksi juga penting. Karena ini juga terkait dengan akreditasi yang nantinya akan dilakukan asesor,” katanya.

Ketua Prodi KPI, Hikmat Muftiana, MA memaparkan saat ini, prodinya sudah berjalan tiga semester dengan jumlah mahasiswa 31 orang. 

Sedangkan tenaga pengajar sebanyak 6 orang lulusan pasca sarjana perguruan tinggi dalam dan luar negeri.  Visi Misi saat ini ‘Menjadi Program Studi yang Berdaya Saing di Bidang Komunikasi dan Penyiaran Islam yang Berbasis Budaya Melayu dan Islam di Wilayah Sumatera pada Tahun 2027’. 

“Kami sengaja mengundang KPID Riau dan stake holder terkait untuk memberi masukan dalam review visi misi dan revisi kurikulum ini. Karena kami anggap KPID sebagai salah satu user memahami kebutuhan lulusan dari Prodi KPI,” katanya.

Dijelaskan Hikmat, mata kuliah yang berjalan saat ini dengan target lulusan mempunyai kompetensi di bidang jurnalistik, broadcaster dan public relation atau kehumasan. 

“Silakan bapak lihat mata kuliah yang sudah kami susun dan kami mohon diberikan masukan apakah sudah sesuai untuk menunjang kompetensi lulusan sesuai target yang kami sebutkan,” lanjutnya.

Komisioner KPID Riau, Asril Darma, yang diberi kesempatan pertama, mengawali dengan pengalamannya saat berinteraksi dengan mahasiswa komunikasi dari sejumlah perguruan tingi yang pernah didampinginya saat Praktek Kerja Lapangan (PKL), magang atau pun tugas akhir. 

“Kami sudah cukup banyak mendampingi atau membimbing adik-adik mahasiswa komunikasi. Baik saat saya 17 tahun di media atau pun kini di KPID Riau. Permasalahan utama adalah ilmu yang mereka dapat di bangku kuliah masih belum aplikatif untuk di lapangan,” katanya.

Terkait mata kuliah yang sudah disusun dan sedang disajikan kepada mahasiswa Prodi KPI, kata Asril, secara umum hampir sama dengan Prodi sejenis di beberapa PT di Riau. 

“Kami tentu saja tidak akan memberikan tinjuan secara akademis. Namun masukan kami ada beberapa kemampuan yang mesti dimiliki lulusan Prodi Komunikasi. Baik itu jurnalistik, broadcaster dan humas,” katanya.

Jurnalistik misalnya, kemampuan menulis dengan bermacam jenis perlu lebih ditingkatkan. Begitu juga kemampuan fotografi dan desain grafis. Broadcaster juga begitu. Baik teknik atau kreativitas konten. 

"Apalagi Humas. Jangan hanya ciptakan tenaga humas dengan kemampuan membuat rilis berita atau juru bicara. Perlu disiapkan tenaga humas dengan paradigma baru yakni yang punya kemampuan analisis, manajemen krisis atau konflik,” katanya. 

Mengenai caranya, lanjut Asril, bisa melalui penambahan dan pergantian mata kuliah atau bisa cukup dengan mempertajam lagi mata kuliah yang sudah ada. 

“Teknisnya tentu bapak dan ibu tenaga pengajar yang lebih paham,” ujar Asril.

Hampir senada dengan itu, TS M Iqbal dari RRI Bengkalis berharap, mahasiswa Prodi KPI lebih banyak belajar dengan praktik langsung dibanding teori. 

“Nyatanya nanti ketika sudah lulus, kemampuan yang diperlukan adalah keahlian itu sendiri,” katanya. 

Editor: Nandra F Piliang

Terkini

Terpopuler