Ini 4 Kritikan Tajam PKB pada Mahfud MD Setelah Menguat sebagai Cawapres Jokowi

Senin, 16 Juli 2018 - 10:47 WIB
Mahfud MD - Joko Widodo

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Mantan Ketua MK Mahfud MD masuk dalam bursa calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo. Bahkan partai koalisi pendukung Jokowi sudah memberi sinyal tentang hal tersebut. Tapi sayangnya tidak semua partai koalisi setuju Mahfud MD maju sebagai cawapres Jokowi.

Yang paling vokal menolak hal tersebut yakni partai PKB. Sampai-sampai PKB mengeluarkan kritikan tajam untuk Mahfud. Ini kritikannya:

1. Mahfud MD dinilai tak bisa wakili NU
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dita Indah Sari mengatakan sulit jika bakal calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) memilih mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD sebagai calon Wakil Presiden (Cawapres). Menurutnya, ada beberapa penyebab Mahfud tidak bisa membawa dampak politik yang signifikan pada Jokowi. Mulai dari kesulitan mendapatkan dukungan partai pendukung hingga tidak berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

"Pak Jokowi sendirikan bukan berlatar belakang Islam kan tapi beliau nasionalis. Jadi perlu pendamping yang menguatkan dia dari segi itu. Kalau Pak Mahfud bagi kami tak cukup kuat mewakili umat Islam. Beliau akademisi, profesional. Sehingga manfaat politik yang bisa didapat Jokowi jadi minimal," kata Dita.

2. Mahfud MD elektabilitasnya rendah

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid yakin Jokowi juga tidak mungkin memilih cawapres yang memiliki elektabilitas rendah. Kata dia, elektabilitas Mahfud berada di bawah Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

"Kami enggak yakin Pak Jokowi memilih calon yang tidak mempunyai elektabilitas. Ya misalkan Pak Mahfud MD, diadu saja elektabilitasnya dengan Cak Imin. Kan bisa dilempar ke lembaga survei," ucapnya.

3. Nama Mahfud MD muncul karena tebak-tebakan

Selain itu, Jazilul Fawaid juga menilai, nama Mahfud muncul hanya karena tebak-tebakan saja. Dia yakin, kabar itu tak benar.

"Bukan klaim sepihak, menebak-nebak saja," kata Jazilul di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/7).

Jazilul mengatakan, pembahasan cawapres Jokowi hingga kini masih belum final. Sebab belum ada musyawarah lanjutan terkait pembahasan cawapres. "Ah belum itu, belum final (nama Mahfud MD). Kan belum ada rembukan di partai-partai, belum ada musyawarah ya. Semacem opini lah," ungkapnya.

4. Sulit dapatkan dukungan koalisi

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dita Indah Sari mengatakan Mahfud MD tidak cocok mendampingi Jokowi, karena tidak mewakili umat Islam. Lanjut Dita, Mahfud MD akan sulit mendapatkan dukungan dari partai-partai koalisi pendukung Jokowi.

"Sehingga satu akan lebih sulit mendapatkan dukungan dari partai politik- partai politik terutama yang ada di koalisi," kata Dita.

Editor:

Tags

Terkini

Terpopuler