Jika Tak Ingin Ban Mobil Anda Cepat Botak, Perhatikan Kode dan Hal Ini

Senin, 26 Maret 2018 - 10:40 WIB
Ilustrasi
RIAUMANDIRI.CO - Ban mobil itu ibarat kaki, jika bermasalah maka laju kendaraan pun akan terganggu. Oleh karena itu perlu perhatian khusus pada komponen yang satu ini.  
 
Selain bisa membahayakan kegiatan berkendara, ban mobil yang tidak terawat ternyata juga bisa memperpendek usia kendaraan. Tentu tak ingin hal tersebut terjadi bukan? Segera ketahui hal apa saja yang bisa menyebabkan kerusakan pada ban mobil.
 
1. Hindari Kesalahan Penggunaan Ban
 
Jika Anda pernah melihat kode-kode huruf yang ada pada ban, kode tersebut tentunya memiliki makna penting. Kode yang ada pada masing-masing ban ternyata menunjukan kecepatan maksimal yang bisa Anda capai saat menggunakan ban tersebut. Berikut ini adalah beberapa arti kode pada ban:
 
Simbol M >> Kecepatan maksimal 130 km/jam.
 
Simbol N >> Kecepatan maksimal 140 km/jam.
 
Simbol P >> Kecepatan maksimal 150 km/jam.
 
Simbol Q >> Kecepatan maksimal 160 km/jam.
 
Simbol R >> Kecepatan maksimal 170 km/jam.
 
Simbol S >> Kecepatan maksimal 180 km/jam.
 
Simbol T >> Kecepatan maksimal 190 km/jam.
 
Simbol U >> Kecepatan maksimal 200 km/jam.
 
Simbol H >> Kecepatan maksimal 210 km/jam.
 
Simbol V >> Kecepatan maksimal 240 km/jam.
 
Simbol W >> Kecepatan maksimal 270 km/jam.
 
Simbol Y >> Kecepatan maksimal 300 km/jam.
 
Simbol ZR >> Kecepatan maksimal Above 240 km/jam.
 
 
2. Cara Mengemudi
 
Apapun jenis mobilnya, jika cara mengemudi salah maka bisa menjadi penyebab rusaknya ban. Mengemudi dengan kencang secara tiba-tiba lalu mengerem mendadak adalah salah satu teknik mengemudi yang perlu dihindari. Tak hanya itu, jika pengemudi tak peduli dengan kondisi jalan, maka sifatnya mulai sekarang harus diubah.
 
Mulailah untuk menghindari jalanan yang rusak, kalau pun terpaksa harus melaluinya, sebaiknya mengemudilah secara perlahan. Jangan biarkan ban terbentur keras dengan lubang. Jika kebiasaan buruk mengemudi tersebut terus dilakukan, tak menutup kemungkinan ban mobil jadi pecah atau retak, dan gundul.
 
3. Tekanan Angin
 
Hal lain yang bisa menyebabkan rusaknya kondisi ban tak lain adalah tekanan angin. Performa ban mobil tentunya dipengaruhi oleh tekanan angin di dalamnya. Karena itulah, setiap mobil sudah mempunyai ketentuannya masing-masing. Ketentuan itu harus dipenuhi setiap kali melakukan perjalanan. Pasalnya, kelebihan ataupun kekurangan tekanan angin bisa membahayakan kegiatan berkendara.
 
4. Performa Mekanisme Mobil
 
Faktor lain yang bisa memicu kerusakan ban adalah rotasi ban yang salah. Banyak pengemudi yang tak memahami mengenai rotasi ban, padahal rotasi ban perlu dilakukan untuk menghindari keausan ban di satu sisi saja. Keausan ban di satu sisi setidaknya sering terjadi karena pengemudi kerap membuang setir ke satu arah yang sama terus-menerus. Untuk menghindari hal ini, Anda bisa melakukan spooring, dengan begitu ban pun akan memiliki kualitas yang lebih baik.
 
Nah, jika tak mau ban mobil mengalami keausan atau gundul, maka perlu dihindari hal-hal tersebut. Demikian dikutip dari laman resmi Nissan, Senin (26/3/2018).
 
Editor: Nandra F Piliang
Sumber: Okezone

Editor:

Terkini

Terpopuler