Wako Apresiasi Wacana Gubri

Sabtu, 16 Juli 2016 - 11:27 WIB
Gubri H Arsyadjuliandi Rachman bersama Wako Pekanbaru, H Firdaus berbincang-bincang saat menghadiri Hari Raya Enam di Bangkinang Seberang, Kabupaten Kampar, Rabu (13/7) lalu.

PEKANBARU (riaumandiri.co)-Walikota Pekanbaru H Firdaus, mengapresiasi wacana Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman yang akan menjadikan tradisi Raya Puasa Enam yang biasa digelar warga Kabupaten Kampar sebagai daya tarik wisata budaya.


Pasalnya menurut dia tradisi tersebut sudah turun temurun bagi masyarakat Bangkinang Seberang, karena pada hari itu seluruh masyarakat yang merantau akan kembali ke kampung halamannya.


"Saya sangat apresiasi keinginan gubernur menjadikan tradisi ini sebagai iven wisata yang nantinya akan menjadi salah satu daya tarik dari kunjungan para wisatawan yang bisa dijual hingga tingkat nasional bahkan internasional," kata wako.


Dengan adanya Hari Raya Enam, memudahkan masyarakat perantau yang saat hari raya Idul Fitri tidak berkesempatan kembali ke kampung halamannya. Kemeriahan Hari Raya Enam sangat berbeda dengan hari raya Idul Fitri, karena saat itu setelah shalat Id hanya beberapa keluarga saja yang bisa dikunjungi. Namun tidak demikian dengan Hari Raya Enam, karena seluruh perantau pulang kampung dan melakukan ziarah. Setelah itu baru datang ke rumah sanak saudara untuk bersilaturahmi.


"Disinilah ajang bersilaturahmi dan mempererat tali kekeluargaan sesama masyarakat, ini bukan habis disitu saja, selesai ziarah dan bersilaturahmi rumah ke rumah seluruh warga akan berkumpul di masjid untuk makan-makan bersama. Tradisi inilah yang diharapkan agar terus dilestarikan seluruh generasi masyarakat Kampar sehingga hubungan antar masyarakat terus terjalin," jelasnya.


Sementara itu, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, saat ikut merayakan Hari Raya Enam di Kabupaten Kampar mengatakan,  akan menjadikan tradisi 'raya puasa enam' sebagai daya tarik wisata budaya.


"Saya datang ke sini mau tahu situasinya langsung, karena sudah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu"  kata Gubernur di Kampar. Kapan mulainyapun tidak tahu, ini harus dijaga dan diteruskan, saya dengar para perantau termasuk yang sudah di luar negeri pulang semua," kata gubernur di Kampar, Rabu (13/7).


Andi Rachman, begitu sapaan akrab gubernur mengaku, memang berniat mengangkat tradisi "raya puasa enam" ini menjadi salah satu daya tarik kunjungan para wisatawan yang bisa dijual hingga tingkat nasional bahkan internasional.


Ia bahkan memberitahukan dan sengaja membawa Kepala Dinas Pariwisata dengan segala perlengkapannya untuk melihat apa yang bisa dijual jadi daya tarik bagi wisatawan.


"Saya datang sengaja pakai baju begini bertuliskan home land of melayu, kepala Dinas Pariwisata datang juga membawa perlengkapan, jadi kita akan angkat ini," tegasnya lagi.


Caranya dengan promosi dan mencari sponsor, untuk kebijakannya nanti akan digodok oleh Dinas Pariwisata dan dipersiapkan. Dia berharap ada sponsor yang memakai tradisi ini sebagi iklan, seperti rekanan dari Pertamina dalam pulang kampung batobo, karena juga berasal dari Kampar.


"Kegiatan ziarah dan makan bersama merupakan acara menarik, Bukan saja makan di masjid-masjid termasuk di rumah ini juga  menarik," katanya.(adv/humas)

Editor:

Terkini

Terpopuler