Berlangsung Meriah.

Senin, 11 April 2016 - 09:24 WIB
Awang, beserta istri. Wimei dan anaknya Ciacia, di sela-sela perayaan HUT Dewa Siong Tee Kong di Kelenteng Cetiya Dharma Jaya, beberapa waktu lalu.

PEKANBARU (riaumandiri.co)-Perayaan Hari Ulang Tahun Dewa Siong Tee Kong di Kelenteng Cetiya Dharma Jaya, Jalan Lokomotif Perumahan Jondul Baru, Jumat (8/4) berlangsung khidmat dan meriah.

Siong Tee Kong yang merupakan Dewa Utama di Kelenteng Cetiya Dharma Jaya, dirayakan sekali setahun pada tanggal 23 bulan 9 penanggalan lunar. Perayaan ini ditandai dengan sembahyang bersama oleh warga, baik yang berada di seputaran kelenteng, maupun yang datang dari luar Pekanbaru.

Dikatakan Awang, selaku Ketua Panitia, Kelenteng Cetiya Dharma Jaya selalu rutin menggelar perayaan ulang tahun bagi Dewa Siong Tee Kong. "Sejak berdiri, Kelenteng Cetiya Dharma Jaya selalu merayakan ulang tahun dewa," ungkapnya.

Dalam perayaan ini, Awang yang merupakan menantu Acai yang tak lain tokoh yang dituakan di Kelenteng Cetiya Dharma Jaya ini, berharap agar umat manusia diberikan keselamatan, kesehatan, dan dimurahkan rezekinya.

 "Harapan kita, tidak hanya bagi etnis Tionghoa saja, melainkan juga untuk semua umat manusia," harap Awang yang juga merupakan Owner Komunitas Balap Motor Cia Makmur Cemerlang ini.

Pantauan di lokasi perayaan, selain menggelar pembakaran dupa dan sembahyang bersama, perayaan ini juga ditandai dengan pengobatan gratis, dan dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai.

Warga yang menyaksikan perayaan ini juga terhibur dengan gelaran kegiatan yang disuguhkan panitia. Bahkan kilauan kembang api dan petasan juga dinyalakan guna menambah kemeriahan acara, yang berlangsung selama dua hari tersebut.

Ahui, seorang warga Jalan Juanda Pekanbaru, menyebut kalau dirinya bersama keluarga sengaja datang ke Kelenteng Cetiya Dharma Jaya ini guna menyaksikan perayaan yang telah digelar dalam sepuluh tahun terakhir ini.

Selain terdapat unsur spritual kegiatan ini juga mengandung unsur hiburan, yang dapat dinikmati masyarakat Pekanbaru. "Dapat kita lihat. Tidak hanya warga Tionghoa, tapi semua warga menikmatinya," sebut Ahui di sela-sela kegiatan.

Untuk itu, Ahui yang bekerja di bidang swasta ini, berharap agar Pemerintah Kota Pekanbaru dapat menjadikan kegiatan ini menjadi salah satu agenda wisata spritual bagi masyarakat.

 "Tidak banyak wisata spritual di Pekanbaru. Kelenteng ini dapat dijadikan salah satu destinasi wisata. Mudah-mudahan pemerintah dapat mengagendakannya," pungkasnya.(dod)

Editor:

Terkini

Terpopuler