Diduga Puluhan Hektare Lahan Masyarakat Penyengat Terbakar

Jumat, 26 Februari 2016 - 09:33 WIB
Puluhan hektare lahan di Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit habis terbakar.

SUNGAI APIT (riaumandiri.co)-Diduga sekitar puluhan hektare lahan masyarakat Mungkal Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit kebakaran. Kebakaran tersebut diduga kerena kelalaian pemilik kebun  atau oknum-oknum yang tak bertanggung jawab membakar lahan tersebut. Ditambah lagi musim kemarau yang mengakibatkan api pun tidak mudah dipadamkan dan membutuhkan waktu beberapa hari untuk memadamkannya.

"Kita sedang meluncur ke lokasi untuk melihat dan melakukan pencarian pelaku kebakaran. Selain itu kita bersama anggota juga melakukan pemadaman bersama-sama masyarakat," kata Rangga Warsito, Kamis (25/2).

Ketika ditanya, berapa luas kebakaran yang terjadi dipenyengat, Kapolsek mengatakan belum bisa diukur, dan sepertinya luas sekali.

"Kalau dilihat kasat mata sepertinya luas sekali, nantilah kita beri keterangan yang pasti," ungkapnya.
Senada juga disampaikan PJ Penghulu Kampung Penyengat Nasrun. Kejadian kebakaran di kampungnya sudah terjadi beberapa hari yang lalu.

"Luas kebakaran berapa hektarenya kita belum  jelas. Saat ini yang terpenting kita usahakan adalah melakukan pemadaman api dengan melibatkan Masyarakat Peduli Api Kampung penyengat, Satgas Damkar kampung dan pihak perusahaan setempat agar tidak merembak ke tempat yang  lain," jelasnya.

"Ke depan kita berharap kepada masyarakat agar tidak memerun dan membakar lahan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan dan lain sebagainya," imbuhnya.

Sementara itu Camat Sungai Apit Joko Edi Himdar membenarkan bahwa di wilayahnya ada kejadian kebakaran lahan.
"Memang terjadi kebakaran, sejak sore kemarin. Luasnya belum tahu persis, saat ini semua tim sudah bergerak ke lapangan untuk melakukan  pemadaman," jelasnya.

Menurut pengakuan warga Kampung Penyengat bahwa diperkirakan kebakaran tersebut mencapai puluhan hektare. Sampai saat ini belum juga bisa dipadamkan karena sumber air sangat susah didapatkan.(gin)

Editor:

Terkini

Terpopuler