Elpiji 3 Kg Tembus Rp45 Ribu

Jumat, 05 Februari 2016 - 22:40 WIB
Kondisi akses jalan dari Pulau Muda menuju Kecamatan Teluk Meranti, negeri Gelombang Bono rusak parah. Foto diambil, Jumat (5/1).

TELUK MERANTI (riaumandiri.co)-Kondisi akses jalan lintas Bono yang menghubungkan Desa Pulau Muda ke ibukota kecamatan Teluk Meranti rusak parah. Akibatnya harga kebutuhan pokok melambung. Termasuk harga elpiji isi 3 kg menembus harga Rp45 ribu per tabung.

Kondisi ini sudah lama diderita oleh masyarakat Pulau Muda. Lebih parahnya, seolah pemerintah tak berinisiatif untuk melakukan perbaikan jalan lintas bono tersebut.

Warga Pulau Muda, Acok, mengungkapkan hal tersebut, Jumat (5/2). Ia menjelaskan kondisi jalan darat satu-satunya yang menghubungkan Desa Pulau Muda ke ibukota kecamatan negeri gelombang Bono, Teluk Meranti, bak kubangan kerbau.

Bila armada roda dua atau empat memaksakan diri untuk berlalu lalang, maka ganjarannya roda kendaraan akan terperosok ke kubangan jalanan dan akan berkubang lumpur, bahkan kendaraan akan terhenti lama hingga memakan waktu perjalanan yang panjang.

"Kondisi jalan dari Pulau Muda menuju Kecamatan Teluk Meranti sangat parah dan sukar untuk dilewati.

 Anehnya, pemerintah tak ada inisiatif melakukan perbaikan akses vital ini. Begitu pula, sejumlah perusahaan raksasa yang berinvestasi di sini, hanya mengeruk keuntungan tanpa peduli terhadap lingkungan dan fasilitas umum, pada hal tak sedikit perusahan yang berinvestasi di sini," ungkap Acok, warga Pulau Muda, Jumat (5/2).

Dampak akses jalan yang sukar dilalui itu, sambung Acok didampingi oleh warga Pulau Muda lainnya, Marzuki, meroketnya harga kebutuhan bahan pokok ini karena sulitnya medan yang harus dilewati saat membawa bahan kebutuhan pokok.

"Karena, armada yang mengangkut bahan pokok dan kebutuhan masyarakat lainnya ini, mesti berjuang mati-matian melewati jalanan rusak tersebut. Bahkan, tak jarang mobil terjebak hingga mengalami kerusakan hebat. Kondisi seperti ini mesti disiasati oleh pemerintah agar akses segera diperbaiki," pintanya.

Selain itu, dampak akses rusak parah, imbuh Acok, harga komoditi kelapa sawit warga tak bernilai.

 Bahkan, tak jarang hasil panen membusuk, karena sukarnya medan yang dilewati oleh tokeh sawit untuk membeli hasil panen.

Belum lagi, disaat masyarakat pesisir itu hendak berurusan ke ibukota Kabupaten, Pangkalan Kerincin mesti berjuang di medan yang berlumpur. Masyarakat hanya berharap uluran tangan Pemkab Pelalawan, agar melalui kekuatan anggaran pendapatan belanja daerah tahun 2016, akses dari kecamatan Teluk Meranti menuju Pulau Muda diperbaiki.***

Editor:

Terkini

Terpopuler