Antisipasi Konflik Dimulai dari Kedewasaan Elite

Rabu, 18 November 2015 - 10:22 WIB
Drs Sujianto saat memberikan pemaparan di hadapan para peserta penyuluhan politik.

BANGKINANG (HR)-Konflik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat terkait dengan helat politik seperti Pilkada, biasanya bersifat turunan dari konflik para elite politik yang berkompetisi. Maka dari itu, langkah pertama dalam mengantisipasi konflik di tingkat akar rumput harus dimulai dari sikap dewasanya para elitenya.

Demikian disampaikan dosen Ilmu Sosial Politik Universitas Riau MY Tinov dalam seminar penyuluhan politik yang ditaja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau dan Kesbangpol Kampar di Bangkinang, Selasa (17/11). Hadir sebagai peserta penyuluhan sejumlah partai poltik, ormas, LSM kemasyarakatan, kepemudaan dan keagamaan, di Bangkinang.

Tampil sebagai pembicara Drs Sujianto serta Drs M. Y. Tinov, keduanya adalah dosen Ilmu Sosial Universitas Riau (UR). Acara ini juga dihadiri Bupati Kampar yang diwakili oleh Asisten III H Nurahmi.

Dalam pemaparannya, MY. Tinov mengatakan, partai politik berperan penting dalam memberikan pencerdasan politik kepada masyarakat, terutama masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah yang biasanya diikuti dengan tingkat pendidikan yang rendah pula.

Dia menambahkan, dalam politik para petarung, para pendukung selalu membela kepentingan diri dan kelompoknya masing-masing. Oleh sebab itu, meruncingnya perseteruan politik yang berimbas pada berbagai konflik, selalu terjadi antara pihak yang pro pada satu calon berhadapan dengan pihak yang berseberangan  adalah demi kepentingan masing-masing pihak.

“Konflict of Interest (konflik kepentingan) pasti terjadi dalam pergelaran Pilkada, oleh sebab itu, kewajiban para tokoh dan elite membangun sistem politik yang menjamin pengalokasian nilai-nilai outoritatif yang bersifat memaksa dan mengikat masyarakat pendukung sebagai suatu keseluruhan,” bebernya lagi.

Sementara Asisten III Bupati Kampar dalam sambutannya mewakili Bupati Kampar yang berhalangan hadir mengatakan, bahwa helat politik pada 2017 nanti adalah pesta demokrasi yang bertujuan memilih pemimpin yang mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Kampar, yang mampu melanjutkan program ekonomi karakayatan yang dikemas dalam program padu serasi pertanian, perikanan, peternakan oleh Bupati Kampar saat ini H, Jefry Noer.

“Output dari sebuah kebijakan yang dibuat oleh seorang kepala daerah haruslah bermuara pada kesejahteraan masyarakat, terutama yang mampu mendongkrak taraf hidup masyarakat ekonomi bawah sebagaimana yang selalu dicanangkan oleh Bupati Kampar lewat program-program dan kebijakan yang telah diluncurkan, salah satunya adalah Rumah tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE),” ujar Nurahmi.(hir)

Editor:

Terkini

Terpopuler