BPJS Naker Komit Berikan Pelayanan Terbaik

Jumat, 23 Januari 2015 - 22:03 WIB
Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Masassya menggunting pita pada acara Re Launching Kantor Cabang Riau I BPJS Ketenagakerjaan, di Jalan Zainal Abidin Nomor 26, Pekanbaru, Jumat (23/1).

PEKANBARU (HR)- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada peserta. Salah satunya ditandai dengan membangun kembali gedung BPJS Ketenagakerjaan Cabang Riau I yang sesuai dengan Service Blue Print yang telah ditetapkan Direksi BPJS Ketenagakerjaan.
"Hingga saat ini jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai sebanyak 16,2 juta dan meningkat di atas rencana kerja tahunan sebesar 15,3 juta orang. BPJS Ketenagakerjaan Kantor cabang Riau I merupakan bagian dari jajaran Kantor Cabang Wilayah Kanwil Sumbar dan Riau," kata Direktur Utama BPJS Ketenagaerjaan Elvyn G Masassya, saat acara Re Launching Jalan Zainal Abidin Nomor 26, Pekanbaru, Jumat,(23/1), di Pekanbaru.
Seiring dengan meningkatnya jumlah peserta lanjut Elvyn, serta guna memberikan pelayanan prima, maka dilakukanlah renovasi gedung kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan Riau I. Dengan pelayanan PRIMA (Peduli, Ringkas, Interaktif, Modern, Aktif) yang diberikan kepada peserta merupakan sebagai wujud nyata dari Visi BPJS Ketenagakerjaan yakni menjadi BPJS berkelas dunia. "Kemudian juga terpercaya, bersahabat dan unggul dalam operasional serta pelayanan untuk diterapkan di kantor BPJS Ketenagakerjaan. Diharapkan dengan pembangunan gedung kantor baru BPJS Ketenagakerjaan secara menyeluruh dan utuh untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta," terangnya.
Sementara itu, Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dalam sambutannya mengatakan, Pemprov Riau akan mendorong Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) terkait untuk memberikan pengertian kepada perusahaan di Provinsi Riau yang belum terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, sekitar 60 persen dari total tenaga kerja di Riau belum terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Riau I.
Arsyadjuliandi Rachman menegaskan, akan menggesa seluruh perusahaan di Riau agar mendaftarkan seluruh karyawannya bergabung ke BPJS Ketenagakerjaan, karena ini sesuai dengan undang-undang dan ada sanksinya.
"Sebagai Gubernur tentunya saya mengimbau seluruh perusahaan di Riau agar mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan, karena ada sanksi sesuai undang-undang yang berlaku," tegasnya.
Kepala BPJS Kantor Wilayah Sumbar Riau Iswandhy Syaruly menambahkan, Kantor Cabang Riau I telah menyalurkan Rp319.348.662.078 untuk klaim yang diajukan sepanjang tahun 2014 lalu atau 80 persen dari total pembayaran jaminan. Pelaksanaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja di Provinsi Riau untuk tahun 2014 lalu, terdaftar 6.380 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 373.221. Khusus untuk Kantor cabang Riau I jumlah perusahaan yang terdaftar (dilayani) sebanyak 3.266 dengan pekerja 192.532 atau 52 persen dari jumlah peserta se-Riau.
Sementara, untuk program manfaat layanan tambahan telah disalurkan kepada peserta sebesar Rp3.942.500.000 yang terdiri dari Pinjaman Uang Muka Perumahan Kerja sama Bank (PUMP-KB) sebesar Rp1.847.500.000 dan beasiswa kepada anak peserta sebesar Rp2.095.000.000.
Dikatakan Iswandhy, untuk angkatan kerja di Riau saat ini berjumlah 2,6 juta orang dimana baru 900.000 (pekerja formal/penerima upah) yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dan sisanya 1,7 juta orang (in formal/bukan penerima upah) belum terdaftar.
Re Lauching Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Riau I ditandai dengan penanda tanganan, penekanan tombol sirine dan diiringi dengan pelepasan balon serta pemotongan pita oleh Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Masassya, di damping Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbar Riau Iswandhy Syaruly serta Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Riau I Anis Fahrurrozi. Turut hadir pada acara tersebut, segenap unsur pimpinan di BPJS Ketenagakerjaan, Forkopimda, kepala SKPD di lingkungan Pemprov maupun Pemko Pekanbaru serta stake holder BPJS Ketenagakerjaan.***

Editor:

Terkini

Terpopuler