DPRD Pekanbaru Minta Kuota Elpiji 3 Kg Ditambah

Sabtu, 31 Oktober 2015 - 07:50 WIB
ilustrasi

PEKANBARU (HR)-Sesuai ketetapan pemerintah, Harga Eceran Tertinggi elpiji subsidi 3 Kg telah dinaikan dari Rp16 ribu menjadi Rp18 ribu. Menyikapi kondisi itu, DPRD Pekanbaru menyarankan untuk mengantisipasi kelangkaan perlu dilakukan penambahan kuota.

"Perlu ada penambahan kuota karena kita lihat jumlah masyarakat saat ini terus bertambah, dimana masyarakat yang berhak mendapatkan elpiji subsidi selama ini kita lihat masih ada yang tidak mendapatkan haknya," ungkap Anggota Komisi II DPRD Aidil Amri, Jumat (30/10).

Menurut politisi Partai Demokrat ini, yang perlu dilakukan pemerintah saat ini adalah memastikan ketersediaan elpiji tersebut, meskipun harganya naik dari HET sebelumnya hanya Rp16 ribu, namun harus dipastikan agar elpiji subsidi ini tetap ada di pangkalan saat diperlukan.

"Karena kita lihat selama ini, satu hari saja elpiji subsidi sampai ke pangkalan langsung habis. Ini bukti bahwa kita kekurangan kuota," ujar Aidil.

Selain itu, kata Aidil, dalam pendistribusian gas elpiji subsidi ini harus diawasi oleh tim agar tidak

DPRD
ada penyimpangan, dimana yang berhak menggunakannya yakni masyarkat miskin."Harus diawasi, kalau diselewengkan langsung lapor ke kita atau ke dinas terkait. Karena elpiji 3 Kg ini sudah jadi kebutuhan, saat terjadi kelangkaan masyarakat akan disusahkan," tuturnya.

Ditambahkan Aidil, Disperindag Kota Pekanbaru juga diminta rutin melakukan operasi pasar guna menjaga kestabilan harga elpiji subsidi ini."Intinya, dengan telah ditetapkan HET ini jangan sampai terjadi kelangkaan lagi, karena peristiwa kelangkaan kita lihat saat ini sudah rutin terjadi," imbuhnya.(ben)

Editor:

Terkini

Terpopuler