IHSG Ditutup Menguat

Selasa, 27 Oktober 2015 - 08:15 WIB
Ilustrasi

Jakarta (HR)-Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat 0,8 persen atau 38,57 poin ke level 4.691 setelah bergerak di antara 4.675,06 – 4.696,16 pada perdagangan, Senin (26/10).

KDB Daewoo Securities mencatat, 160 saham menguat, 140 saham melemah, 85 saham stagnan dan 212 saham tidak ditransaksikan. Penguatan tertinggi dialami sektor finansial sebesar 1,66 persen. Sementara pelemahan terdalam dialami sektor agrikultur sebesar 1,22 persen.

Analis KDB Daewoo Securities Heldy Arifien mengatakan, indeks mengekor pergerakan mayoritas bursa global yang berada pada teritori positif. Ia menjelaskan IHSG kembali membukukan penguatan hingga 0,8 persen dan membentuk rekor harga baru di 4.696,2 pada Oktober 2015.

"Bargain hunting yang dilakukan oleh investor asing pada sejumlah saham dalam sektor properti, memberikan kontribusi kenaikan dalam rangkaian aksi beli yang mencatatkan total bersih sebesar Rp 540,9 miliar di papan regular perdagangan,” jelasnya dalam ulasan.

Ia menambahkan, sektor keuangan, pertambangan dan pertambangan menjadi lokomotif penggerak bagi penguatan IHSG dengan masing-masing mencatatkan penguatan rata-rata 1,3 persen. Di sisi lain, ia mewaspadai penaikan indeks pada hari ini mensinyalkan aksi jual nantinya.

"Berada pada puncak area overbought stochastic, menggambarkan bahwa IHSG menjadi rawan aksi profit taking maupun tekanan jual yang akan menyeret indeks memasuki area koreksi,” ujarnya.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, penutupan indeks Hang Seng memperlihatkan bahwa trader Hong Kong mengalami mengalami kerugian karena pada awalnya dibuka menguat namun ditutup melemah.

"Gimana tidak, open di high, ditutup turun tipis tapi tetap di atas support pertama di 23.100.  Posisi Strait Times masih agak mendingan. Tapi tetap saja, running terakhir sedikit di bawah open.  Orang yang tadi pagi hantam kanan, langsung nyangkut,” jelasnya.

Sementara, dari dalam negeri, ia menilai pemodal asing masih gencar melakukan aksi beli yang membuat indeks masih bertahan di teritori positif. Adapun saham saham berkapitalisasi besar masih menjadi incaran asing.

"Dari dalam negeri pemodal asing terlihat masih bersemangat dalam melakukan akumulasi beli.  Net buy asing terlihat masih konsisten, meski hanya tetap fokus pada saham-saham lapis pertama,” jelasnya.(cnn/mel)

Editor:

Terkini

Terpopuler