Masyarakat akan Semakin Dirugikan

Senin, 28 September 2015 - 21:50 WIB
Ilustrasi

SELATPANJANG (HR)- Jumlah pengecer minyak bensin di kota Selatpanjang semakin bertambah banyak. Bertambahnya pengecer tersebut dipastikan akan merugikan masyarakat. Sebab semakin banyak pengecer, maka semakin berkuranglah volume minyak yang dijual.

"Masyarakat tidak mengharapkan pengecer yang bertambah banyak, sebab tentu saja para pengecer tersebut masing-masing akan mengharapkan keuntungan.
Akibatnya takaran minyak akan semakin berkurang dan hargapun tidak lagi terkontrol,”sebut Maryam, ibu rumah tangga yang berdomisili di Desa Banglas kepada Haluan Riau Senin kemarin.

Maryam menyebutkan, sangat tidak setuju dengan semakin banyaknya jumlah pengecer minyak jenis premium di Selatpanjang. Dan berharap kepada pihak terkait agar melakukan penertiban. Kepada para pengecer yang selama ini tidak terdaftar agar tidak dibenarkan menjual minyak subsidi tersebut.

Selain itu, literan yang digunakan dalam operasional dispenser BBM tersebut, juga harus ditera ulang. Sebab diindikasikan isi tabung hanya lima literan itu namun dijual menjadi 6 liter. Itu artinya dari setiap 5 liter yang dikeluarkan kepada konsumen, tapi pihak pengecer telah meraih untung sebanyak 6 liter. Ini modus penipuan yang merugikan konsumen.

Dalam kelipatan lima liter yang dijual, maka pengecer ini telah mengantongi satu liter, di tambah dengan penjualan harga yang jauh melebihi HET.
"Permainan ini harus dihentikan. Untuk itu pihak instansi terkait diharapkan turun segera melakukan razia dan penindakan sesuai hukum berlaku,”katanya.

Disebutkannya, harga Rp9.000 liter yang dijual selama ini di kota Selatpanjang, sebenarnya juga sudah jauh di atas harga eceran tertinggi. Belum lagi harga penjualan di tempat lain akan semakin mahal, seiring dengan semakin jauhnya lokasi penjualan dari kota Selatpanjang.

"Kita berharap pemerintah bisa melakukan penertiban terhadap para pengecer yang secara terus menerus bertambhah itu. Sebab semakin banyak pengecer dipastikan akan semakin mengurangi volume takaran yang dijual," katanya.
Kepada pihak terkait juga diharapkan agar mampu menekan pihak APMS untuk tidak menjual minyak tersebut kepada pengecer yang muncul belakangan.

"Dengan semakin banyaknya pengecer minyak khususnya minyak bensin itu maka distribusi dan penjualan itu juga akan semakin sulit dipantau,”sebut dia lagi.

Sementara dua SPBU yang bahkan sudah rampung pembangunannya justru masih belum bisa beroperasi. Sebab dengan beroperasinya SPBU tersebut, maka persoalan minyak di kota Selatpanjang akan bisa teratasi.

Sebab tentu saja SPBU akan menjual minyak dengan takaran yang pas dan dengan harga yang benar-benar sesuai ketentuan Pertamina,”tutur Ibu ini lagi.(jos)

Editor:

Terkini

Terpopuler