Puluhan Rumah Dirusak, 1 Dibakar

Kamis, 17 September 2015 - 09:03 WIB
Ilustrasi

UKUI (HR)-Aksi kekerasan yang bermula dari sengketa lahan antara masyarakat dengan pihak perusahaan, kembali terjadi. Kali ini, hal itu dialami warga Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Pelalawan. Hingga Rabu (16/9), warga di dusun itu masih dicekam rasa ketakutan akibat aksi penyerangan secara brutal yang diduga dilakukan Satpam PT Rimba Lazuardi, perusahaan perkebunan sawit yang berada di kawasan itu.

Dalam aksi yang terjadi sehari sebelumnya, (Selasa, 15/9), sejumlah Satpam perusahaan perkebunan sawit itu menyerbu kediaman warga. Akibatnya, sebanyak 37 rumah warga dirusak dan satu rumah dibakar. Hingga Rabu kemarin, sejumlah warga belum berani kembali ke kampung mereka karena takut aksi serupa akan kembali terulang.

Informasi di lapangan menyebutkan, pihak perusahaan diduga mengerahkan Satpam dibantu sejumlah preman dalam menjalankan aksi itu. Tidak hanya merusak rumah, sebanyak 20 unit sepeda motor milik masyarakat juga dihancurkan dan 11 unit di antaranya dibakar.


Puluhan
Tak berhenti sampai di situ, warga yang sudah kehilangan tempat tinggal serta peralatan rumah tangga, juga  tak terhindar dari aksi pemukulan. Akibatnya, beberapa warga mengalami luka-luka akibat penyerangan dan penggusuran yang berlangsung brutal tersebut.

Dugaan sementara, konflik dipicu sengketa lahan. Warga yang mendiami lahan sengketa mengklaim lahan tersebut miliknya, sedangkan perusahaan menyatakan lokasi tersebut berada dalam HGU PT Rimba Lazuardi.

Di Luar Prikemanusiaan
Salah seorang warga korban aksi penyerangan dan penggusuran PT RL, Sukirman, Rabu (16/9), menilai tindakan perusahaan terhadap mereka sudah tidak wajar dan sudah di luar prikemanusiaan.

"Kami diperlakukan seperti binatang oleh Satpam tersebut. Kami terpaksa lari karena ketakutan diperlakukan kasar. Karena kami kalah jumlah dengan satpam tersebut," akunya.

Sukirman dan keluarga mengakui, hingga kini mereka masih mengalami trauma akibat penyerangan itu. "Kami berlari ketakutan dan dikejar layaknya buronan. Kami mohon perlindungan bagaimana nasib kami k edepannya. Kami sudah diperlakukan secara biadab oleh perusahaan ini," ungkapnya yang diamini warga lainnya.

Sementara itu Roslia (31) seorang ibu rumah tangga yang juga turut menjadi korban penyerangan Satpam PT Rimba Lazuardi, mengeluhkan tempat tinggalnya sudah porak-poranda akibat dirusak. Barang dagangannya juga ikut dihancurkan.

"Sekarang kami tidak punya tempat tinggal lagi, terpaksa mengungsi bersama anak dan tetangga lainya ke tempat yang aman dulu, karena di Sako di areal Konflik itu keamanan kami tidak terjamin," keluh Roslia.

Mengungsi
Sementara itu, Kepala Dusun Onangan, Suparmin, membenarkan sampai saat ini sejumlah warga masih mengungsi ke tempat lain. Hal itu disebabkan kondisi di Dusun Kembang Bunga belum kondusif.

"Kita tentunya berharap agar pihak kemanan dan pemerintah juga dapat mencarikan solusi kejadian ini," harap Suparmin.

Sementara Camat Ukui Basyaruddin, mengatakan, warga yang rumahnya dirusak satpam PT Rimba Lazuardi mengalah dan meninggalkan lokasi kejadian demi keamanan mereka. Disebutkan Basyaruddin, persoalan sengketa lahan menjadi pemicu terjadinya bentrok yang berujung aki kekerasan tersebut. Warga yang mendiami lahan sengketa mengklaim jika areal itu miliknya, sedangkan perusahaan menyatakan lokasi tersebut berada dalam HGU Rimba Lazuardi.

"Situasi sudah kondusif sekarang. Karena polisi langsung turun ke lokasi saat kejadian. Aparat Brimob juga telah disiagakan di areal konflik," kata Camat Basyaruddin.

Kapolres Pelalawan, AKBP Ade Johan Sinaga, terkait perselisihan warga desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui dengan Satpam PT Rimba Lazuardi, mengatakan, untuk mengantipasi keadaan yang memburuk, Polres sudah menerjunkan puluhan anggota kelokasi kejadian agar tidak terjadi konflik yang lebih parah.

"Kejadian tersebut masih kita selidiki dengan mengerahkan anggota polisi ke lokasi kejadian. Polisi bersiaga disana agar situasi kondusif," tegas Ade. (zol)

Editor:

Terkini

Terpopuler