“Kunjungi Museum Yusri Syam”

Rabu, 05 Agustus 2015 - 10:02 WIB
Peraih Kalpataru 2015, Yusri Syam dijadikan nama museum penangkaran kupu-kupu terbesar di Sumatera yang terletak di Hapanasan. Tampak Bupati Achmad berkunjung ke penangkaran kupu-kupu beberapa waktu lalu.

Tokoh Kalpataru Yusri Syam yang meninggal dunia dijadikan nama obyek wisata museum penangkaran kupu-Kupu terbesar di Sumatera. Obyek wisata ini terdapat di objek Hapanasan, Desa Kaiti, Kecamatan Rambah.

Dijeaskan Bupati Rohul Achmad, Senin (3/8), penetapan nama tokoh yang pernah menerima penghargaan Kalpataru tahun 2015 ini, sebagai bentuk penghargaan Pemerintah Kabupaten Rohul atas jasa almarhum dalam melestarikan lingkungan, khususnya menjaga species kupu-kupu di Negeri Seribu Suluk.

Untuk itu Achmad mengajak seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemkab Rohul, untuk meniru pegawai yang sudah 14 tahun mengabdi di Dinas Pariwisata Rohul tersebut.

Achmad juga menyatakan rasa harunya atas totalitas kerja yang ditunjukkan Yusrisyam hingga akhir hayatnya. Hal itu dibuktikan, saat hendak pergi menghadap ilahi, Yusri Syam juga ditemukan tak jauh dari lingkungan tempat kerjanya di Hapanasan tak jauh dari penangkaran kupu-kupu yang 14 tahun sudah dibangunnya.

"Nilai-nilai totalitas, ketekunan dan konsistensi yang dilakukan Yusri Syam semasa hidupnya harus dicontoh oleh seluruh PNS dan masyarakat Rohul," ujar Achmad.

Tokoh lingkungan sekaligus PNS di Dinas Pariwisata Rohul Yusri Syam meninggal pada hari kedua Idul Fitri 1436 H. Semasa hidupnya, Yusri Syam dikenal sebagai sosok yang gigih. Selama 12 tahun hidupnya dihabiskan dengan melakukan penelitian terhadap 300 species kupu-kupu dari 120 species tanaman pakanya di wisata air panas Hapanasan Desa Kaiti, Kecamatan rambah.

Selain kupu-kupu, Yusri Syam juga merupakan penyelamat dua pohon besar kruing berukuran 160 cm yang diperkirakan berusia 180 tahun. Pohon ini terdapat di Bukit Mandi Angin Desa Pawan Kecamatan Rambah. Karena jasanya itu, Yusri Syam juga pernah mendapat penghargaan Kalpataru pengabdi lingkungan dari Menteri Lingkungan Hidup Siti nurbaya pada tahun 2015.

"Dijadikannya nama almarhum sebagai nama museum kupu-kupu, merupakan bentuk penghargaan masyarakat Rohul terhadap pengabdian beliau. Semoga, apa yang sudah dilakukan beliau dapat dicontoh. Selamat jalan pejuang lingkungan, jasamau akan kami kenang," pungkasnya. ***

Editor:

Terkini

Terpopuler