Pimpinan PP Al-Munawarah Lihat Lokasi PKBM

Senin, 01 Juni 2015 - 15:45 WIB
Bupati Kampar, Jefry Noer, bersama Pimpinan Pondok Pesantren Al-Munawaroh Tangkerang, Pekanbaru, Busro, melihat pelatihan menjahit di P4S.

SIAK HULU (HR)- Pimpinan Pondok Pesantren Al-Munawaroh Tangkerang, Pekanbaru, Busro, mengaku terenyah setelah melihat lokasi Pusat Kegiatan Belajar Mengajar Bina Insan Mandiri yang terletak di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu.

"Peserta PKBM harus bersyukur dan terima kasih pada Bupati Kampar, H Jefry Noer, karena jarang ada bupati seperti Jefry, yang dibuatnya adalah praktek langsung tentang cara mencari uang bukan hanya pandai menjahit," ujar Busro.

Melihat program itu, Busro menawarkan alumni PKBM menjadi guru dan tutor di PP Al Munawarah yang dipimpinnya, karena di PP Al-Munawaraoh terdapat sekitar 1.000 orang santri. "Dalam sekali sampai tiga bulan pasti tukar baju, minimal satu potong, kalau jahitannya kita tangani kan itu sumber uang," katanya.

"Anak-anak santri di pondok sebentar-sebentar keluar pondok untuk menjahitkan bajunya yang robek atau pasang resleting dan lainnya, sekali menjahit bisa sepuluh ribu atau lebih,  kan sudah berapa kalau dalam seribu orang ada sepuluh saja yang memperbaiki pakaiannya, untuk itu kenapa tidak dimanfaatkan oleh alumni PKBM," ungkapnya.

Busro menambahkan, banyak sarjana perikanan, perkebunan maupun pertanian, tetapi setelah tamat sekolah, melamar kerja juga di kantor bupati dan kantor lainnya yang bukan kejuruannya, tetapi di sini di P4S petani langsung ditempa untuk menjadi pengusaha sekaligus pelaku usaha. Untuk itu manfaatkan peluang dan kesempatan.

Karena itu, dia sangat mendukung gebrakan yang dibuat Bupati Kampar, Jefry Noer, di Kabupaten Kampar, sehingga menghasilkan seorang yang hampir sama dengan sarjana melalui sarana pendidikan di P4S dan PKBM.(adv/humas)

Editor:

Terkini

Terpopuler