Parit Tersumbat, Warga Mengeluh

Senin, 11 Mei 2015 - 11:27 WIB
ilustrasi

RENGAT(HR)-Hujan yang sering melanda beberapa hari belakangan di Indragiri Hulu membuat air menggenang d rumah Yahya Lubis, salah seorang warga Rengat. Dalam satu bulan belakangan saja, rumahnya yang berlokasi di Jalan Bupati Tulus sudah tiga kali kebanjiran. Hal ini  membuat ia kesal, bahkan tinggi air yang menggenang tersebut menlebihi mata kaki.

"Semenjak tahun 1974 rumah ini tidak pernah kebanjiaran, ini dalam tiga bulan belakangan sudah tiga kali kebanjiran, bahkan tingginya melebihi mata kaki, saya yang orang tua ini tentu kesulitan mengeringkannya," ucap Yahya. Yahya menyebutkan untuk mengeringkannya butuh waktu tiga jam lebih dan harus dikeluarkan dengan menggunakan ember. Karena kesal dengan kondisi tersebut, Yahya melalukan pengecekan saluran pembuangan airnya.

"Sudah saya cek pakai kawat, apakah tersumbat tapi tidak ada yang membuat mampet," ucap Yahya. Selain itu, ia juga bercerita bahwa sebelumnya dinding rumahnya sempat mengalami retak-retak oleh karena pembagunan gedung SD di sebelahnya. Meski begitu, retakan pada dinding tersebut sudah diperbaiki. "Retakan itu sudah diperbaiki, jadi tidak mungkin bisa air masuk dan sudah saya cek lagi memang tidak dari sana sumber airnya," ucap Yahya.

Kemudian saat dilakukan pengecekan ke parit utama yang berada di depan rumahnya, ternyata parit tersebutlah sumber masalahnya. Berdasarkan pantauan kondisi parit tersebut memang dalam kondisi yang penuh sampah. Bahkan tidak hanya sampah plastik, namun juga terdapat kayu-kayu sisa pembangunan gedung.
"Kemarin waktu saya cek, ternyata banyak broti dan papan serta sampah plastik, pantas saja airnya tidak mengalir," tutur Yahya. Oleh karena itu, Yahya membayar orang untuk segera membersihkan aliran parit di depan
rumahnya. "Saya jadi bayar orang Rp200 ribu untuk membersihkan parit itu, padahal itukan seharusnya menjadi tanggungjawab dinas kebersihan," ucap Yahya.
Yahya mengungkapkan bahwa jalan tempat tinggalnya merupakan jalan protokol.

Oleh karena itu, Yahya meminta tanggungjawab Dinas Kebersihan terkait masalah parit yang kotor tersebut. "Kalau tidak segera dibersihkan bisa-bisa setiap hujan lebat pasti banjir," ucap Yahya.(eka)

Editor:

Terkini

Terpopuler