Legislator PKS Desak Pemerintah Selesaikan Akar Masalah Bentrok di PT GNI

Kamis, 26 Januari 2023 - 21:13 WIB
Kerusuhan yang terjadi di area PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (14/1/2023). (Kompastv).

RIAUMANDIRI.CO - Permintaan Presiden Jokowi kepada aparat kepolisian untuk mencari dan menangkap provokator bentrok di PT Gunbuster Nickel Industry (PT. GNI) dinilai anggota Komisi VII DPR Mulyanto menunjukkan sikap menggampangkan persoalan.

Menurutnya, presiden jangan hanya sekedar mempersoalkan terjadinya bentrok berdarah tapi juga harus menyelesaikan akar masalah. Mulyanto meyakini bentrokan antarpekerja tidak akan terjadi bila manajemen PT GNI memperhatikan masalah keamanan dan keselamatan kerja smelter.

"Kita harus sungguh-sungguh merumuskan dan menyelesaikan akar masalah dari persoalan ini. Jangan mereduksi dan menutup mata pada persoalan yang lebih substansial dan mendasar," kata Mulyanto kepada media ini, Kamis (26/1/2023).

Untuk mengatasi masalah di PT GNI kata Mulyanto, pemerintah jangan hanya menindak pelaku bentrokan tapi harus juga mengusut kelalaian manajemen menjalankan K3 serta mengaudit secara komprehensif kondisi smelter yang ada.

Politisi PKS itu menambahkan bentrokan antarkelompok pekerja akibat dari kondisi kerja yang tidak kondusif.

Mulanya terjadi kebakaran smelter yang menewaskan dua orang pekerja. Kemudian berlanjut menjadi bentrokan antara kelompok pekerja lokal dengan TKA yang menimbulkan tiga orang korban tewas.

Dia menduga kebakaran tersebut karena teknologi smelter yang digunakan PT GNI sudah usang dan menggunakan komponen bekas yang tidak ramah lingkungan. Sehingga berisiko tinggi bagi keamanan dan keselamatan pekerja dan lingkungan.

"Belum lagi permasalahan banyaknya TKA yang ditengarai adalah pekerja kasar serta berbagai masalah hubungan industrial," ujarnya.

Mulyanto minta pemerintah mengaudit secara menyeluruh kondisi smelter nikel ini.  Bahkan tidak terbatas hanya smelter PT GNI tapi juga smelter-smelter lainnya.

"Hal ini perlu untuk memastikan agar kejadian ledakan smelter tersebut tidak terulang di masa-masa yang akan datang," katanya.

Mulyanto menilai sekarang adalah saat yang tepat bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi komprehensif program hilirisasi nikel ini.

"Kita tidak ingin program hilirisasi yang berbiaya tinggi ini hanya menghasilkan manfaat secara nasional yang terbatas, apalagi memunculkan instabilitas dan korban jiwa," tegas Mulyanto. (*)

Editor: Syafril Amir

Tags

Terkini

Terpopuler