Dewan Tolak Pemotongan Honor THL, Pengamat Nilai Pemko tak Manusiawi

Dewan Tolak Pemotongan Honor THL, Pengamat Nilai Pemko tak Manusiawi

RIAUMANDIRI.CO - Kebijakan pemotongan honor Tenaga Harian Lepas (THL) oleh Pemerintah Kota Pekanbaru diprotes oleh banyak kalangan. Tak terkecuali dari dewan perwakilan rakyat setempat.

Pemotongan honor THL sebesar 50 persen dianggap tidak wajar, dan tentu menuai kontroversi. Sebab, kebijakan itu dinilai tidak manusiawi. Honor THL berkisar antara Rp1,5 Juta hingga Rp2 Juta, jika dipotong 50 persen tentu tidak sebanding dengan kewajiban yang ditanggung oleh para honorer.

"Ini sangat tidak wajar, gaji THL itu paling hanya Rp1,7 juta. Kalau mau dipotong sampai 25 atau 50 persen, apa yang mau mereka dapat lagi," kata Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru Doni Saputra, Selasa (28/9).


Doni meminta Pemko Pekanbaru seharusnya menghentikan segala pengerjaan proyek yang dinilai tidak menyentuh langsung kepada masyarakat. Hal ini dinilai lebih baik dibandingkan dengan memangkas gaji para THL.

"Seharusnya dengan keadaan darurat seperti sekarang. daripada memotong gaji THL, bagus ditunda dulu pembangunan-pembangunan," ujarnya.

Politisi PAN ini juga menyebut, Komisi I DPRD akan menyikapi isu tersebut dengan serius. Hal ini bertujuan agar Pemko Pekanbaru membatalkan rencana pemotongan gaji para THL yang ada di lingkup Sekretariat Pemko Pekanbaru.

"Kasihan kita melihat THL, ikut menderita gara-gara defisit keuangan Pemko Pekanbaru. Jadi janganlah dipotong," singkat Doni.

Dinilai Tidak Manusiawi

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik UNRI, Rawa El Amady menilai rencana pemotongan honor THL akibat defisit anggaran Pemko Pekanbaru merupakan sesuatu yang tidak manusiawi.

"Logikanya, di masa pandemi seperti ini kurang manusiawi memotong hak pegawai kecil," katanya, Selasa (28/9).

"Kalau dana direfocusing untuk penanganan Covid-19, harusnya dana itu untuk pekerja kecil yang harus tetap diutamakan. Kalau belum mampu bayar sekarang, nanti dibayar setelah dana pusat turun. Janganlah dana pekerja kecil itu yang dipotong. Ya tidak setuju, karena dana untuk THL itu kecil. Tindakan yang diambil pemko ini tidak manusiawi," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, honor atau bayaran Tenaga Harian Lepas (THL) yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru akan dipotong sebesar 25-50 persen. Rencana tersebut terhitung dari Bulan September ini.