DPRD Minta Pemerintah Jamin Keamanan Vaksin kepada Masyarakat

DPRD Minta Pemerintah Jamin Keamanan Vaksin kepada Masyarakat

RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Yaseer Hamidy meminta pemerintah berikan jaminan keamaan terkait vaksin merek Sinovac yang tadi pagi perdana disuntikkan kepada Presiden Joko Widodo. 

Hal ini terkait masih banyaknya masyarakat yang ragu, bahkan tidak percaya terhadap vaksin. Padahal, MUI sudah mengeluarkan sertifikat halal dan BPOM juga telah mengeluarkan izin darurat.

"Berharap pemerintah dapat memberikan rasa amanlah kepada masyarakat. Karena kan vaksin tinggal diberikan saja, sudah didistribusikan. Juga kalau bisa ada jaminan keamananlah terhadap orang-orang yang akan divaksin," ungkapnya kepada Riaumadiri.co

Selain itu, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi diketahui termasuk salah satu prioritas vaksinasi tahap awal. Yaseer berharap vaksinasi dapat berjalan lancar dan menjadi contoh dan menghilangkan keraguan masyarakat. 

"Kita lihat saja. Mudah-mudahan Pak Ayat aman dan tidak ada masalah. Jadi bisa diikuti oleh masyarakat juga," tambahnya.

Diketahui, BPOM telah secara resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization vaksin COVID-19 Sinovac. Vaksin Sinovac diklam memiliki mutu yang memenuhi standar yang berlaku serta syarat pembuatan obat yang baik. Selain itu, vaksin Sinovac juga memliki manfaat yang lebih besar dari risiko yang didasarkan pada data non klinik dan klinik.

Eficacy berdasarkan uji klinis di Bandung tercatat sebesar 65,3 persen, memenuhi persyaratan organisasi kesehatan dunia WHO yakni di atas 50 persen. Efek samping tercatat ringan-sedang dan bisa pulih kembali.

"Pada Senin 11 Januari, Badan POM memberikan emergency use authorization pada kondisi emergency untuk vaksin CoronaVac produksi Sinovac yg bekerjasama dengan Bio Farma," kata Kepala BPOM Penny K Lukito, dikutip dari Detik.com.

Sementara, MUI telah lebih dulu mengeluarkan sertifikat halal vaksin Sinovac pada Jumat (8/1/2021) setelah sebelumnya mengkaji mendalam laporan hasil audit dari tim MUI yang terdiri dari Komisi Fatwa MUI Pusat dan LPPOM MUI. Tim tersebut diketahui telah berpengalaman dalam proses audit Vaksin MR.

"Yang terkait aspek kehalalan, setelah dilakukan diskusi panjang penjelasan auditor, rapat Komisi Fatwa menyepakati bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac Lifescience Co yang sertifikasinya diajukan Biofarma suci dan halal,” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh, Jumat (08/01) di Hotel Sultan, Jakarta dilansir dari situs resmi MUI. 

 

Reporter: M Ihsan Yurin


Tags Corona

Berita Lainnya