Pontianak Digegerkan dengan Penumpang Positif Corona Asal Surabaya yang Kabur

Pontianak Digegerkan dengan Penumpang Positif Corona Asal Surabaya yang Kabur

RIAUMANDIRI.ID, JAKARTA – Kota Pontianak kini tengah digegerkan oleh pasien positif virus Corona (COVID-19) yang melarikan diri. Pasien ini asal Surabaya dan diketahui positif saat pemeriksaan tes cepat di bandara dari Surabaya menuju Pontianak. Bagaimana awal mula kasusnya?

Awalnya, Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar melakukan tes cepat terhadap penumpang pesawat dengan penerbangan asal Surabaya menuju Pontianak dan menemukan dua orang reaktif COVID-19 pada 1 Agustus lalu.

Hasilnya, terdapat penumpang yang reaktif sehingga dilakukan tes lanjutan dengan swab PCR. Dari hasil swab tersebut, terdapat dua orang penumpang yang terkonfirmasi positif COVID-19.


"Dua orang yang reaktif itu, satu beralamat di Kubu Raya dan satu lagi warga Jombang, Jawa Timur dan menginap di salah satu hotel di Kota Pontianak," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar), Harisson.

Harisson menyebut untuk satu pasien yang berasal dari Kubu Raya sudah dilakukan isolasi oleh Dinas Kesehatan Kubu Raya. Sementara satu pasien asal Jombang, melarikan diri dan belum diketahui keberadaannya.

"Kita sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencari warga bersangkutan. Sementara untuk penginapan tempat si pasien singgah sudah dilakukan penyemprotan disinfektan dan kita melakukan penelusuran dari kontak dengan siapa saja, pasien yang kabur tersebut," kata Harisson.

Dia mengatakan pihaknya tengah meningkatkan koordinasi dengan Dinkes Kota Pontianak dan pihak Polresta. Koordinasi itu untuk mencari satu pasien COVID-19 asal Jombang yang kabur saat akan diisolasi.

"Salah satu pasien asal Jombang tersebut berada di salah satu hotel di Kota Pontianak. Namun, saat pihak Dinkes meminta untuk segera ke rumah isolasi yang ada di Pontianak, ternyata pasien tersebut mematikan seluruh alat komunikasinya dan melarikan diri," kata Harisson di Pontianak, Selasa (4/8/2020) seperti dilansir Antara.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah berusaha untuk menghubungi pasien tersebut lewat HP dan dijawab, sehingga pihaknya minta pasien itu untuk ke Rusunawa di Kota Pontianak untuk diisolasi.

"Sesuai dengan jam yang kita tentukan dia tidak datang-datang, ditelepon kembali HP-nya dimatikan. Kami dengan petugas Polri dan Kepala Dinkes Kota ke penginapan yang bersangkutan ternyata dia sudah ke luar dari hotel tempat dia menginap," tutur Horison.

Atas dasar hal itu, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji melarang dua maskapai masuk ke Pontianak dari Surabaya, Jawa Timur. Sebab, ada penumpang yang ditemukan reaktif.

"Assalamualaikum, hari ini saya melarang 1 lagi maskapai terbang dari Surabaya ke Pontianak, karena penumpangnya tes rapid-nya ada yang reaktif. Jadi ada 2 maskapai yang dilarang untuk waktu 1 minggu," ujar Sutadmidji dalam akun Facebook-nya "Bang Midji", seperti dilihat detikcom pada Selasa (4/8/2020).

Sutarmidji menegaskan pelarangan akan diberlakukan hingga 3 bulan jika ada lagi ditemukan penumpang yang reaktif. "Jika kedapatan lagi, maka kita akan larang 3 bulan," ujarnya.



Tags Corona