Hasil Penelitian, Virus Corona Bisa Bertahan di Udara Dalam Kondisi Tertentu, Ini Fokus WHO

Hasil Penelitian, Virus Corona Bisa Bertahan di Udara Dalam Kondisi Tertentu, Ini Fokus WHO

RIAUMANDIRI.ID - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mempertimbangkan pencegahan penularan lewat udara bagi tenaga kesehatan. Hal tersebut menjadi pertimbangan WHO pasca sebuah penelitian mengungkapkan bahwa virus corona bisa bertahan di udara dalam kondisi tertentu.

"Saat tenaga kesehatan melakukan prosedur medis, ada kemungkinan partikel virus bisa bertahan sedikit lebih lama di udara, atau yang kami sebut aerosolize," kata Dr. Maria Van Kerkhove, Kepala Unit Penanganan Penyakit Darurat dari WHO menjelaskan, seperti dikutip dari CNBC.

"Tenaga kesehatan harus memiliki protokol pencegahan penularan virus melalui udara," kata Maria melanjutkan.


Juru bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengklaim kekinian virus corona Covid-19 berpotensi menular lewat udara (airborne). Pasalnya, Covid-19 mengalami perubahan pola mutasi semenjak ditemukan.

Yurianto mengatakan, Covid-19 serupa dengan virus penyebab SARS dan MERS, namun potensi penyebaranya dari orang ke orang lebih masif. Terlebih, habitat asli Covid-19 berasal dari binatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Yunarto dalam video unggahan kanal YouTube Deddy Corbuzier.

"Covid-19 mengalami mutasi dan bisa memiliki reseptor pada manusia. Lalu dari manusia bisa menular ke manusia lain. Untuk MERS seperti itu, tapi penularannya tidak semudah sekarang," ucap Yunarto seperti dikutip Suara.com, Kamis (19/3).

Mendengar pernyatan tersebut, Deddy lantas bertanya: Saya baca coronavirus is plausible airborne atau bisa jadi ini airborne tapi belum diketahui. Apa benar Pak?

Yunarto mengatakan, Covid-19 memiliki ukuran yang besar dan bisa saja menular lewat udara karena perubahan karakteristik.

Mulanya, saat ditemukan di Wuhan China, mutasi virus tersebut terkesan lambat namun kekinian menjadi cepat.

"Kalau kita lihat mutasinya, ada kemungkinan (Covid-19) berubah menjadi airborne disease," tambahnya. Bahkan tak menunjukkan gejala sehingga sulit dikenali.

Deddy lantas menegaskan pertanyaannya, "Artinya apakah virus itu yang tadinya menular lewat droplet berubah menjadi airborne?".

Yunarto secara gamblang menimpali, "Bisa".

Mendapat pernyatan tersebut Deddy tercengang. Sementara Yunarto menegaskan bahwa Covid-19 memiliki karakter tidak stabil yang  bisa menyerang kapan saja.

"Virus itu kan makhluk yang paling tidak stabil. Sehingga ada kemungkinan seperti itu," kata Yurianto, memungkasi.



Tags Corona