Gagasan

46 Tahun KNPI: Indonesia Satu Tak Terbagi

Oleh: Tata Haira, SH, MH

RIAUMANDIRI.CO - Hari ini merupakan hari lahirnya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dimana pada tanggal 23 Juli 1973 para pemuda dari berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP) dengan berbagai latar belakang bersepakat untuk bersatu dalam sebuah wadah. Kesepakatan itu tertuang dalam sebuah deklarasi yang disebut dengan Deklarasi Pemuda Indonesia. 

Adapun tujuan awal didirikannya KNPI adalah untuk menumbuhkan, meningkatkan, dan mengembangkan kesadaran sebagai suatu bangsa yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

Dalam proses pembentukannya, KNPI banyak dianggap sebagai bagian dari Orde Baru (Orba) dan berafiliasi dengan sebuah partai. Meskipun dianggap demikian bahkan sempat diusulkan untuk dibubarkan, namun KNPI tetap bertahan hingga setelah jatuhnya Soeharto pada tahun 1998. Hal ini tentu menunjukkan bahwa KNPI perupakan wadah pemuda yang independen dan mandiri serta menjadi pilar pembangunan di Indonesia. KNPI milik seluruh pemuda Indonesia.

Namun belakangan ini bila kita lihat perjalanan bangsa Indonesia dalam beberapa kebijakan masih kurang keberpihakan terhadap pemuda. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya payung hukum untuk bagaimana pengelolaan pemuda juga organisasi pemuda dalam mencetak pemuda yang sesuai dengan harapan bangsa. Hampir di semua tingkatan kepengurusan KNPI merasakan hal itu, KNPI masih dianggap hanya sebagai organisasi biasa saja sama dengan organisasi kemasyarakatan lainnya.

Pembagian peran juga masih sangat minim. Dapat kita lihat pemuda hanya dijadikan instrumen objek saja dari sektor yang ada. Baik itu politik, ekonomi, pemerintahan dan sebagainya. Yang menjadi top leader masih diisi oleh kaum tua yang didominasi oleh orang yang itu itu saja.

Untuk itu penulis ingin bagaimana Indonesia ke depan memiliki payung hukum dan pembagian peran yang jelas bagi pemuda. Sehingga pemuda sudah bisa menjadi pelaku dari sektor vital yang ada di bangsa ini.

Kontribusi Pemuda

Bicara kontribusi pemuda bagi Indonesia tentu tidak diragukan lagi, mulai dari sebelum kemerdekaan, kemerdekaan hingga hari ini. Peletak pondasi Indonesia sebagai Bangsa Indonesia pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 sudah jelas. Di situ bagaimana menegaskan nama Indonesia, bahasa dan Bangsanya Indonesia.

Hampir di tiap organisasi masyarakat (Ormas) yang menjadi lokomotif pergerakannya adalah pemuda. Tanpa anak muda, organisasi itu akan jadi monoton dan tidak bergairah. 

Hingga The Founding Fathers kita Ir Soekarno saking optimisnya terhadap pemuda pernah mengatakan bahwa "Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia". Begitulah optimisnya proklamator kita terhadap pemuda.

Kondisi Bangsa

Melihat kondisi kebangsaan pada hari ini yang masih banyak dililit oleh dilema kebangsaan baik Internal maupun eksternal. Tentu sebagai pemuda tidak harus berfikir pesimis, karena dengan pesimistis akan mengakibatkan kita akan lambat bangkit. Sikap optimis harus selalu menjadi spirit pemuda.

Memang kita tidak menafikan bahwa banyak "PR" kebangsaan yang harus diselesaikan. Dapat kita lihat bagaimana menjamurnya kelompok radikal muncul ditengah tengah masyarakat. Baik radikal secara pemikiran maupun radikal dalam bentuk fisik. Tentu ini tidak bisa dipandang sebelah mata saja persoalan ini.

Belum lagi budaya korupsi di kalangan pemangku pemerintahan. Orang yang seharusnya membawa Indonesia lebih maju malah ikut menggerogoti dari dalam. Seolah oleh tidak berdosa terhadap seragam yang mereka pakai. Dan sebagaimana rilis yang dibuat oleh transperence Internasional menempatkan Indonesia  diperingkat ke-96 Internasional.

Narkoba juga persoalan serius yang harus diselesaikan segera, barang haram ini telah banyak merusak generasi bangsa kita. Hampir seluruh latar belakang pekerjaan, agama, status sosial baik tua maupun muda pernah terjaring oleh aparat Negera terkait narkoba. Dari situs Badan Narkotika Nasional (BNN) pernah merilis bahwa Indonesia masuk dalam 10 besar peredaran Narkoba dunia. Tentu ini tidak main-main.

Memberikan Pemuda Peran

"Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia." 

Ungkapan Bung Karno ini tentu memiliki dasar yang sangat kuat. Dan ini juga menggambarkan bagaimana The Founding Fathers kita berpandangan bahwa masa depan Bangsa ini dipegang oleh pemuda. Bila pemuda hari ini bagus maka bangsa kedepan ini akan bagus. Dan sebaliknya bila pemuda hari ini tidak bagus maka jangan berharap bangsa ini kedepan akan lebih maju.

Tentu menjadi Pekerjaan Rumah bersama untuk menjadikan pemuda Indonesia ini berkualitas. Salah satu yang paling penting adalah membiasakan pemuda dengan pekerjaan pekerjaan kebangsaan, tentu harus dengan memberikan porsi yang lebih. Pemberian itu dengan regenerasi yang cepat jangan selalu didominasi oleh orang yang itu itu saja.

Almarhum Tenas Effendi, seorang Budayawan Melayu hebat dari Riau pernah mengatakan bahwa :

"Apabila bangsa hendak terbilang, anak muda-mudanya dijadikan tiang.
Apa tanda bangsa bertuah, anak mudanya memegang amanah.
Apa tanda bangsa terpuji, anak mudanya berpadu hati.”

Harapan Indonesia di Tangan Pemuda

Suka tidak suka, siap ataupun tidak siap lambat laun estafet bangsa ini akan berada ditangan pemuda hari ini. Namun disaat waktunya tiba nanti, apakah pemuda yang hari ini siap untuk menanggung beban itu atau malah akan membuat Indonesia semakin terpuruk.

Untuk itulah pemuda harus dipersiapkan dalam menjawab tantangan masa depan. Bila kita bertanya dimana pemuda itu bisa ditempa dan dipersiapkan, tentulah jawabannya di KNPI, yang mana KNPI merupakan tempat mewadahi atau rumah seluruh OKP dari berbagai latar belakang dan unsur baik agama, suku, ras, organisasi dan partai. Jadi ini merupakan tempat pemuda melatih kepemimpinan serta bakatnya yang tempat. Karena KNPI adalah cerminan dari Indonesia.

KNPI sebagai laboratorium pemuda dimana pemuda dapat bereksperimen dan mencoba kemampuannya. Untuk itu pemerintah harus memberi ruang kepada KNPI dan tanggung jawab yang lebih kepada pemuda yang telah berproses di KNPI, karena yang telah berada di wadah ini telah siap untuk ditempatkan di manapun.

Jadi dengan mempergunakan kekuatan pemuda serta meng- "Kolaborasi Kreasi Pemuda Indonesia", yakinlah Indonesia akan sampai pada bangsa yang terdepan dan disegani oleh dunia.

Jiwa Kita "Satu Nafas"
Gerak Kita "Kolaborasi"
Tujuan Kita "Indonesia Satu Tak Terbagi"

Dirgahayu 46 Tahun KNPI

*Penulis merupakan Wabendum DPP KNPI Periode 2018-2021 (Di bawah kepemimpinan Noer Fajriansyah)


[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar