Atasi Kepunahan Kedondong

Distan Lakukan Peremajaan Tanaman Langka

Distan Lakukan Peremajaan Tanaman Langka

RENGAT(HR)-Julukan negeri kedondong yang melekat dengan nama Kabupaten Indragiri Hulu sekarang redup. Buah andalan itu punah dan sulit ditemui di Negeri Sejuta Sungkai ini. Mengatasi hal itu, Dinas Pertanian dan Hortikultura melakukan peremajaan tanaman langka.

Buah kedondong dapat dimakan langsung dalam kondisi segar, atau sering pula diolah menjadi rujak, asinan, acar atau dijadikan selai. Buah ini memiliki biji tunggal yang berserabut. Daun dijadikan penyedap dalam pembuatan pepes ikan. Dahulu pohon kedondong sangat mudah ditemui di Inhu. Betapa tidak minimal setiap rumah warga ada dua batang kedondong yang ditanam, namun seiring waktu tanaman de-ngan buah berserat ini tak lagi kelihatan. Apakah hilangnya kedondong di Inhu ini merupakan dampak dari pembangunan di Bumi Gerbang Sari ini dan peralihan fungsi lahan.


Namun yang jelas tanaman tanaman ini, menjadi salah satu tanaman langka di Indragiri Hulu. Hilangnya kedondong ini juga diiringi hilangnya tugu Kedondong yang ada di jantung kota Rengat yang disulap menjadi lampu jalan. "Kemana kedondong Indragiri Hulu," ucap anggota DPRD Riau Marwan Yohanes saat berkunjung ke Inhu, Selasa (17/1).

Ia heran, tak terlihatnya lagi batang Kedondong di Inhu, padahal buah tersebut merupakan ciri khas Inhu sejak dulunya. Jangankan di halaman rumah, kebun kedondong pun hampir tidak ada saat ini.Tidak tahu apa yang menyebabkan tanaman ini hilang.

Menurut Marwan, masalah alih fungsi lahan tentunya juga menjadi salah satu faktor penyebab punahnya Kedondong ini. Semua lahan yang dulunya diisi karet dan Kedondong serta tanaman kehidupan lainnya, sekarang sudah berganti dengan sawit. Seharusnya pemerintah bijak dalam menyikapi alih fungsi ini. Lihat Peta terlebih dahulu baru berikan izin, jangan asal memberikan izin saja, akhirnya setelah dampak negatif timbul, baru sadar dan itu terkadang sudah terlambat dan akhirnya banyak yang dikorbankan.

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Holtikultura Inhu Rahmat, menyebutkan, mengatasi kepunahan beberapa tanaman khas Indragiri, seperti kedondong, durian dan manggis serta pisang, pihaknya sudah membuat program peremajaan tanaman langka tersebut. "Kita harus akui kedondong dan tiga jenis lainnya dahulunya tumbuh subur di Inhu, namun perlahan-lahan menghilang. Bahkan untuk Kedondong sendiri untk mencari bibit induknya saja sudah sulit," ungkapnya.

Dikatakan, peremajaan terhadap tumbuhan tersebut tak lagi dilakukan masyarakat, maka dari itu Distan berupaya melakukan dan sudah disurvey beberapa daerah, seperti kampung Besar Seberang, kampung Pulau dan Tambak, yang masih terdapat kedondong dan ini harus dijaga kelestariannya. Untuk alih fungsi lahan, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat. (eka)