Seniman Asal Minang Jadi Korban Penembakan di Masjid Selandia Baru

Seniman Asal Minang Jadi Korban Penembakan di Masjid Selandia Baru

RIAUMANDIRI.CO, PADANG - Salah satu korban penembakan di Christchurch, Selandia Baru adalah Zulfirman Syah, seorang seniman dari Komunitas Seni Sakato Yogyakarta asal Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Dio Pamola Chandra, kurator dan teman Zulfirman Syah menyatakan, Zulfirman Syah dan putra keduanya menjadi korban dari aksi brutal yang menewaskan 49 orang dan 39 orang lainnya mengalami luka-luka.

“Korban, Zulfirman tertembak di bagian paru, saat ini sedang dalam penanganan media (operasi),” katanya seperti dikutip dari laman padangkita.com, Jumat (15/3/2019).


Menurutnya, Zulfirman dan istri serta anaknya telah dua bulan ini berada di Selandia Baru. Zulfirman merupakan Alumni ISI Jogja angkatan 1997.

Dilaporkan sebelumnya, 49 orang tewas dan 39 luka-luka dalam serangan bersenjata di dua masjid saat sholat Jumat (15/3) siang di Christchurch, Selandia Baru. Sebanyak 39 orang korban tewas ditemukan di masjid Al Noor di Jalan Dean dan 10 orang tewas ditemukan di Pusat Islam Linwood di Linwood Avenue, kata kepolisian Selandia Baru dilansir The Guardian Jumat (15/03).

Kejadian tersebut bermula ketika pria bersenjata memasuki masjid di Christchurch tengah dan melepaskan tembakan pada pukul 13:40 waktu setempat.

Diperkirakan 300 orang berada di dalam masjid untuk salat Jumat. Dilansir dari Associated Press, Jumat (15/3), saksi Len Peneha mengatakan bahwa dia melihat seorang pria berpakaian hitam memasuki masjid Al Noor dan kemudian mendengar puluhan tembakan, diikuti oleh orang-orang yang melarikan diri dalam ketakutan.

Dari peristiwa tersebut, pihak Kepolisian Selandia Baru hingga saat ini menahan tiga orang yang diduga sebagai pelaku. Satu orang diantaranya merupakan wanita. Sebelumnya polisi menangkap empat orang, namun satu orang kemudian dibebaskan.