Berat Di Ongkos

BPD Berniat Patungan Jaringan IT

BPD Berniat Patungan Jaringan IT

JAKARTA (HR)- Sejumlah bank pembangunan daerah (BPD) menyataan siap melakukan sinergi teknologi informasi (TI) guna meningkatkan efisiensi dan meningkatkan daya saing produk di industri perbankan.

Hadi Sukrianto, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk, mengatakan perseroan siap bergabung dengan sepuluh BPD lainnya dalam pengembangan bersama infrastruktur TI. "Kami sharing cost, tidak hanya di Jawa, tapi juga di NTB dan NTT," jelasnya, Kamis (11/3).

Salah satu bentuk sinergi TI di kalangan BPD antara lain pengembangan BPD Net Online. Hadi menyebut, interkoneksi melalui jaringan ini akan memudahkan nasabah BPD dalam transaksi elektronik.

Menurut Hadi, BPD Net Online akan terhubung dengan jaringan ATM Prima milik PT Rintis Sejahtera dan ATM Bersama milik PT Artajasa Pembayaran Elektronis sehingga jaringan elektronik BPD semakin luas.

Kendati demikian, belum semua BPD bisa bergabung dalam sinergi IT karena sejumlah BPD belum terhubung dengan jaringan ATM milik prinsipal.

Tahun ini, Bank Jatim akan fokus mengembangkan layanan transaksi elektronik dengan menyiapkan sejumlah produk antara lain mobile banking dan internet banking. Adapun, hingga tahun lalu Bank Jatim memiliki 595 ATM.

Daniel Tagu Dedo, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur,mengatakan perseroan siap melakukan sinergi IT karena dinilai bisa meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah dan menurunkan biaya operasional. "Efisiensi overhead IT mencapai 40%," ujarnya kepada Bisnis.

Menurut Daniel, sinergi TI juga akan lebih cepat ketimbang perseroan membangun sendiri infrastruktur IT. Sinergi TI juga mendorong perlusan akses jaringan elektronik di kalangan BPD sehingga transaksi antarnasabah diprediksi meningkat. Alhasil, Daniel memprediksi pendapatan nonbunga dari transaksi elektrnik bisa meningkat 15%.

Edhie Rizliyanto, Direktur Utama PT Bank Sumut, menilai kolaborasi strategis TI yang diusulkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memperkuat layanan BPD. Namun, dia mengatakan kemampuan infrastruktur yang akan digunakan perlu dikaji. "Perlu dilihat dulu kemampuan sistem yang ditawarkan BPD Net karena skala bisnis BPD berbeda-beda," ujarnya.

Dia mengimbuhkan, Bank Sumut berencana memperkuat jaringan elektronik dengan menggandeng penyedia jasa lain agar cakupan operasional lebih luas. Saat ini, ATM Bank Sumut sudah terkoneksi dengan jaringan ATM Bersama dan Bankcard Malaysia.(bis/ara)