Ini Tanggapan PKS Terkait Pidato Prabowo Soal 'Tampang Boyolali'

Ini Tanggapan PKS Terkait Pidato Prabowo Soal 'Tampang Boyolali'

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dilaporkan oleh warga Boyolali bernama Dakun. Pelaporan itu lantaran pidato Prabowo yang menyinggung 'Tampang Boyolali' yang tersebar melalui video viral di media sosial.

Partai pengusung Prabowo, PKS, menilai tidak ada sama sekali unsur penghinaan yang dilakukan Prabowo. Video pidato Prabowo yang tersebar viral di media sosial tidak menayangkan pidato secara keseluruhan.

"Harus dilihat secara utuh videonya dari awal hingga akhir. Apakah tampak Pak Prabowo betul melakukan apa yang dituduhkan itu?" kata Suhud dikutip Republika, Ahad (4/11/2018).


Menurutnya, setiap melihat video yang viral untuk tidak mudah melaporkan hal-hal dimana publik juga bisa melihat langsung fakta di lapangan. Hal semacam itu dikhawatirkan akan memunculkan kegaduhan di tengah masyarakat di saat-saat masa kampanye damai.

Kendati demikian, Suhud memastikan bahwa Prabowo merupakan warga negara yang taat kepada hukum. Prabowo tidak mungkin menghindar jika ada pihak-pihak yang melaporkan dirinya secara hukum. "Pak Prabowo taat hukum sehingga selalu siap," tuturnya.

Seperti diketahui, Prabowo Subianto menyebutkan sebuah pernyataan viral karena menyebut ‘Tampang Boyolali’ pada peresmian Kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (30/10) lalu. Pidato tersebut kemudian viral di YouTube pada Kamis (1/11).

Prabowo mengatakan, ‘Saya yakin kalian nggak pernah masuk hotel-hotel tersebut, betul? (Betul, sahut hadirin yang ada di acara tersebut). Mungkin kalian diusir, tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian, ya, tampang orang Boyolali ini’.

Melihat video itu, Dakun yang mengaku warga Boyolali, Jawa Tengah melaporkan dirinya ke Polda Metro Jaya. Dakun didampingi oleh kuasa hukumnya, Muannas Alaidid dayang ke Polda Metor Jaya pada Jumat (2/11).

Menurut Muannas, Prabowo telah mengeluarkan satu pernyataan yang dapat menyinggung orang lain. Ia menambahkan sangat penting bagi pasangan calon lain, termasuk Sandiaga Uno, Joko Widodo, dan Kiai Ma’ruf Amin, untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang menyinggung orang dari wilayah tertentu.