Nofi Candra Kecewa, Pertemuan IMF-Bank Dunia Tak Membahas Sektor Pertanian

Nofi Candra Kecewa, Pertemuan IMF-Bank Dunia Tak Membahas Sektor Pertanian

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Anggota DPD RI Nofi Candra menyayangkan dan merasa kecewa karena forum pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, di Bali tanggal 8 sampai 14 Oktober 2018 lalu melupakan sektor pertanian.

"Ada hal yang terkesan dilupakan dalam ajang tersebut, yakni agenda pengentasan kemiskiman di sektor pertanian. Sepanjang acara, jarang kita mendengar topik yang terkait dengan rencana-rencana untuk memajukan sektor pertanian dan untuk mengentaskan kemiskinan di sektor pertanian," keluh senator dari Sumatera Barat itu, Rabu (17/10/2018).  

Pemerintah kata Nofi, terkesan sangat sibuk mengurusi ekonomi global bersama-sama dengan pelaku-pelaku global, involusi pertanian yang sedang terjadi tak sedikitpun dibicarakan. 


"Toh dari data yang ada, kemiskinan di desa-desa kian bertambah. Hasil panen petani seperti beras harus berhadapan dengan produk impor yang terus melemahkan daya saing para petani," urainya. 

Begitu juga dengan bawang. Produksi melimpah tapi harga di tingkat petani tergerus sedemikian rupa karena tata kelola dan infrastruktur pemasaran yang buruk.  

Dia mencontohkan di Lembah Gumanti Solok, Sumatera Barat, produksi melonjak tajam, tapi tak terdengar ada upaya membangun cold storage atau sejenisnya. Apalagi upaya-upaya ekspor ke luar negeri agar harga tetap menguntungkan.  

"Bagaimanapun, pertanian adalah salah satu sektor yang berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi nasional. Lebih dari itu, pertanian juga menjadi salah satu sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi," jelasnya.  

Oleh karena itu kata Nofi, melupakan sektor pertanian dan nasib hidup para petani dalam event internasional di Bali adalah usaha yang justru akan memperburuk keadaan sektor pertanian itu sendiri.  

"Bank Dunia sebagai salah satu lembaga internasional yang concern mengurusi kemiskinan global, semestinya harus ditekan untuk berperan lebih aktif dalam menuntaskan kemiskinan di sektor pertanian Indonesia. Pemerintah bisa saja mengajukan program-program yang terkait dengan pemajuan sektor pertanian nasional dalam rangka menekan angka kemiskinan di pedesaan dan di sektor pertanian. Tapi sayang, agenda tersebut terlupakan begitu saja sampai acara usai," kata Nofi dengan nada kecewa. 

Reporter: Syafril Amir