GKR Hemas: Minat Perempuan Jadi Calon Anggota DPD RI Masih Rendah

GKR Hemas: Minat Perempuan Jadi Calon Anggota DPD RI Masih Rendah

RIAUMANDIRI.CO, JAKARTA - Anggota DPD RI GKR Hemas menyoroti masih minimnya presentase perempuan menjadi calon anggota DPD RI pada Pemilu 2019. Berdasarkan data yang diperolehnya, perempuan menjadi calon anggota DPD RI hanya berkisar 17 % dari total 807 orang Calon Anggota DPD RI. 

“Ini masih menjadi pukulan bagi saya, apa yang sudah diperjuangkan bersama dari organisasi perempuan ternyata belum diiringi peningkatan kemauan perempuan untuk masuk legislatif,” kata Hemas di Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Padahal kata Hemas yang juga Ketua Presidium Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPPRI) itu, kehadiran organisasi yang dipimpinnya itu berkomitmen untuk melakukan pendidikan politik bagi perempuan. 


Menurut GKR Hemas, rendahnya minat perempuan untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif antara lain disebabkan ketiadaan dukungan logistik bagi perempuan. 

“Walaupun ini sebetulnya tidak mematahkan semangat perempuan, karena perempuan yang aktif di berbagai lini di daerah masing-masing punya kekuatan yang dimilikinya untuk berani maju,” GKR Hemas.

Hemas juga menyoroti kebijakan partai politik dalam mengusung kaum perempuan untuk menjadi calon anggota legislatif, baik untuk tingkat DPR, maupun DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota.

“Hadirnya perempuan sebagai anggota legislatif di DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota sangat bergantung pada partai politik. Oleh karena itu, harus ada kemauan partai politik untuk mendukung perempuan masuk menjadi calon anggota legislatif baik, di DPR dan DPRD Provinsi, maupun di DPRD Kabupaten/Kota, jelasnya. 

Menurut GKR Hemas, setiap kali DPR RI dan Pemerintah melakukan perubahan terhadap Undang-undang yang terkait dengan Pemilihan Umum, gerakan perempuan selalu memperjuangkan agar afirmasi keterwakilan perempuan di parlemen terakomodasi dalam peraturan perundang-undangan. Termasuk Pemilu legislatif 2019, perempuan juga bergerak untuk mengawal peningkatan keterwakilan perempuan di parlemen.

Namun demikian, GKR Hemas menyatakan keprihatinan atas rendahnya prosentase perempuan calon anggota legislatif pada nomor urut 1 untuk Pemilu 2019. “Hanya 19 persen perempuan  atau hanya sebanyak 235 orang perempuan calon anggota legislatif pada nomor urut 1,” ungkap GKR Hemas. 


Reporter: Syafril Amir