Terima Kunjungan Menteri Desa PDTT

Bupati Azis Minta Pemerintah Pusat Perhatikan 70 Desa Tertinggal di Kampar

BUPATI Kampar bersalaman dengan Mentri Desa Eko Putro Sandjojo didampingi Wakil Bupati Catur Sugeng Susanto
RIAUMANDIRI.CO, TAPUNG - Pemerintah Kabupaten Kampar menginginkan perhatian terhadap 70 Desa tertinggal dari Pemerintah Pusat. Tidak hanya dari Anggaran Dana Desa, tapi diharapkan ada bantuan anggaran lain untuk membangun industri kecil agar nantinya lebih mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa tersebut.
 
Hal itu dikatakan Bupati Kampar Azis Zaenal saat mendampingi Kunjungan Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo ke Desa Sari Galuh, Kecamatan  Tapung, Rabu (25/4).
 
Dikatakan Azis, untuk meminimalisir desa tertinggal, tidak hanya cukup dengan menggunakan dana desa saja.
 
"Untuk itu kami juga komit melakukan Akselerasi di setiap Desa dengan menambahkan dana bagi Koperasi dan pasar dari Anggaran Pendapatan Daerah Kabupaten Kampar agar nantinya setiap desa bisa mandiri dan lebih cepat maju dengan berbagai industri kecil yang mereka kembangkan," terang Bupati Azis.
 
“Dengan komitmen kita bersama dalam membangun desa dan juga adanya bantuan dari pemerintah pusat, kita sangat berharap pada tahun 2019 nanti , jumlah desa tertinggal bisa berkurang,” tambah Azis didampingi Wakil Bupati Catur Sugeng Susanto.
 
Sementara itu, Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo mengatakan, bahwa dengan adanya Anggaran Dana Desa sudah membantu 15 ribu Desa-desa tertinggal di Indonesia, namun saat ini di Kabupaten Kampar masih ada sekitar 70 desa tertinggal.
 
"Untuk itu kita dari pemerintah pusat berjanji akan memberikan sentuhan–sentuhan terhadap desa yang tertinggal tersebut dengan berbagai program yang kita miliki, sehingga nantinya jumlah desa tertinggal dapat berkurang," ungkap Menteri Eko.
 
Pada kesempatan tersebut, Eko menghimbau kepada seluruh masyarakat desa agar mendukung kepala desanya untuk melakukan pembangunan, dan yang lebih penting lagi, seluruh pembangunan di desa yang menggunakan ADD harus mnggunakan pola swakelola.
 
"Jangan menggunakan jasa kontraktor, namun dikerjakan oleh masyarakat desa tempatan dan material juga diambil dari Desa tersebut. Hingga nantinya uang perputar di Desa tersebut yang bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat desa," pesan Menteri.
 
Reporter: Ari Amrizal
Editor: Nandra F Piliang


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar