Ekonomi

Klinik Khusus Penderita Autis Minim, Ini Kata DPRD Riau

Ketua Komisi V DPRD Riau Aherson
RIAUMANDIRI.CO, PEKANBARU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau menyoroti minimnya klinik khusus untuk melayani perawatan anak autis di Riau. Jumlah klinik yang ada dinilai tidak sebanding dengan penderita anak berkebutuhan khusus tersebut.
 
Demikian diungkapkan Ketua Komisi V DPRD Riau Aherson, Selasa (24/4/2018). Dikatakannya, klinik khusus tersebut sangat dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan bagi anak penderita autis. 
 
"Saat ini layanan kesehatan dan pendidikan bagi anak pengidap autis atau berkebutuhan khusus di Riau masih kurang terpenuhi," ungkap Aherson.
 
Selain itu, politisi Partai Demokrat itu juga mengatakan dinas terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi Riau yang menjadi mitra kerja Komisi V DPRD Riau, tidak memiliki data pasti terhadap jumlah penderita autis. Data itu, lanjutnya, sangat dibutuhkan agar pemerintah bisa mengambil kebijakan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus tersebut.
 
"Jumlah anak penderitabautis ini juga perlu didata ulang. Sehingga kita bisa mengambil kebijakan sesuai dengan kebutuhan," lanjutnya.
 
Menurutnya, jumlah klinik khusus di Riau tidak sebanding dengan jumlah penderita autis. Dari informasi yang diterimanya, jumlah klinik khusus itu tak lebih dari 25 buah, sementara jumlah pengindap autis mencapai ribuan orang.
 
Dalam kesempatan itu, Aherson menegaskan komitmen pihaknya untuk tidak membatasi anggaran untuk persoalan ini. Menurut legislator asal Kuantan Singingi (Kuansing) tersebut, semua warga negara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama. 
 
"Pelayanan kesehatan dan pendidikan ini merupakan pelayanan mendasar yang menjadi hak bagi setiap warga negara. Untuk itu pemerintah wajib untuk menyediakan fasilitasnya yang memadai, termasuk untuk anak pengidap autis," pungkas Aherson.
 
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yunizar, mengakui jumlah klinik khusus masih sangat minim, dan tidak sebanding dengan jumlah para penderita autis.
 
Saat ini, kata Mimi, terdapat 23 klinik di Provinsi Riau yang memang menyediakan pelayanan untuk merawat anak autis, di mana hampir seluruhnya milik swasta. Namun, jumlah tersebut masih tidak seimbang dengan para penderita autis yang menurut data sementara berkisar 1400-an anak.
 
Jumlah tersebut masih belum data pasti mengingat sampai saat ini masih terdapat orang tua yang enggan melaporkan kepada Dinas Kesehatan soal kondisi anak mereka. Hal itu lantaran para orang tua tersebut cenderung untuk menutup-nutupi kondisi anaknya yang menderita autis.
 
"Ada kemungkinan jumlah tersebut dapat bertambah. Soalnya data yang kita punya baru data sementara," kata Mimi belum lama ini.
 
Mimi menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memang memberikan perhatian khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus tersebut, salah satunya dengan menyediakan klinik pemeriksaan dan pelayanan terhadap anak-anak autis di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan. Di sana, para orang tua anak mendapatkan informasi terkait dengan perawatan serta penanganan terhadap anak autis.
 
Selain itu, Pemprov Riau juga tengah memproses program khusus yang melibatkan tenaga kesehatan di setiap puskesmas guna mendata jumlah anak penderita autis yang ada di wilayah kerja masing-masing. Dengan langkah itu, ujarnya nantinya berbagai kebijakan terkait dengan kebutuhan anak autis dapat diambil dan dilaksanakan.
 
 
Reporter: Dodi Ferdian
Editor: Rico Mardianto
 


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Loading...

Tulis Komentar