Titik Api Baru Bermunculan

Kantor Bupati Meranti Dikepung Asap

Kantor Bupati Meranti Dikepung Asap

SELATPANJANG (HR)-Hingga saat ini, kebakaran hutan dan lahan masih juga merajalela di sejumlah kawasan di Riau. Sejumlah titik panas baru, ditemukan terus bermunculan. Di Kabupaten Kepulauan Meranti, kompleks perkantoran Bupati Meranti bahkan sempat dikepung asap.

Kondisi itu terjadi Sabtu akhir pekan kemarin. Di kawasan Kota Selatpanjang, kebakaran lahan hebat terjadi di tiga titik  secara serentak, yakni Desa Alah Air, Desa Sesap dan di Dusun I Dorak, tepatnya di kompleks Perkantoran Bupati Meranti. Saking parahnya kebakaran, Kantor Bupati Meranti sempat tertutup kabut asap yang tebal.

Tidak hanya itu, kabut asap yang tebal juga mengepung rumah warga di sekitarnya.

Kondisi serupa juga tampak di sejumlah areal perkantoran lain seperti Kantor Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Meranti.
 
Menurut informasi, Karhutla itu terjadi sekitar pulul 12.00 WIB. Api pertama kali terlihat berasal dari Jalan Pelajar SMA 3 Selatpanjang. Akibat panas dan angin yang bertiup kencang, api dengan mudah melahap semak belukar yang tidak jauh dari kompleks Kantor Bupati Meranti yang berada di Jalan Dorak.

Dari pantauan lapangan, petugas dibantu masyarakat, tampak kesulitan memadamkan api. Salah satu penyebabnya adalah sumber air yang sangat jauh. Petugas harus mengambil air dari kolam telaga bening yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari lokasi. Tak hanya, mobil pemadam kebakaran yang tersedia hanya dua unit. Kedua mobil itulah yang terus berupaya memadamkan api. Pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, api baru bisa dikuasai.

Menyikapi hal itu, Kadis PU Meranti Ardhahni yang membawahi Damkar, meminta masyarakat Meranti tetap waspada dan siap siaga menghadapi Karhutla. "Jika ditemukan, sekiranya langsung dilaporkan agar petugas kita bisa melakukan pemadaman secepatnya," ujarnya.

Bermunculan
Sementara itu, hingga Minggu sore kemarin, titik api baru terus bermunculan di Pulau Rupat dan Bengkalis. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Damkar Kabupaten Bengkalis melalui Kabid Damkar, Suiswanto mengatakan, api berpotensi membesar karena tidak adanya sumber air untuk memadamkan api.

Di Rupat, kata pria yang akrab disapa Suis ini, kebakaran terjadi di daerah Parit Empang perbatasan Rupat Utara dan Rupat Selatan. Sementara di Bengkalis terjadi di Pangkalan Batang Kecamatan Bengkalis.

Operasi pemadaman menurut Suis tetap dilakukan oleh masyarakat setempat dibantu dengan petugas damkar walau dengan kondisi kesulitan air. "Petugas di lapangan berusaha untuk melokalisir agar kebakaran tidak meluas," katanya.

Terkait dengan kebakaran di tempat-tempat yang telah terjadi sebelumnya, Suis mengatakan, untuk di Sepahat dan Teluk Latak sudah padam. Sedangkan di Sungai Linau dan Tanjung Belit kecamatan Siak Kecil belum berhasil dipadamkan.

"Termasuk di Hutan Samak, Terkul dan Pergam kebakaran masih terjadi. Water bombing oleh RAPP masih belum bisa memadamkan api," ungkapnya. (ali, hrc)