PON REMAJA 2014

Judo Gagal Sumbang Medali

Pejudo Riau, Annisa Widya (bawah) gagal menyumbangkan medali untuk Riau pada PON Remaja yang digelar di Surabaya.

 

SURABAYA (HR)- Tim judo gagal menyumbangkan medali untuk kontingen Riau di Pekan Olahraga Nasional Remaja 2014 di Dojo Judo KONI Jawa Timur di Jalan Sutomo Surabaya, Jumat (12/12).

Tiga pejudo Riau yang turun harus mengakui keunggulan lawan-lawannya di babak penyisihan. Kekalahan pejudo Riau diawali oleh Arief Wahyudi di kelas -55 kg putra. Arief harus mengakui keunggulan pejudo Kalimantan Selatan M Ahsan. Kemudian Panji Alfaridzi di kelas -66 kg harus mengakui keunggulan pejudo Bangka Belitung Zidan Zamzami. Terakhir Afrianto di kelas -81 kg kalah atas pejudo Banten M Alfayed.
Kekalahan mereka bertiga melengkapi kegagalan Annisa Widya yang sebelumnya kalah atas Halimah dari Banten di kelas -63 kg putri. Annisa kalah di babak delapan besar dimana pada pertandingan pertama peraih perak Pra PON Remaja ini mengalahkan Agustina dari Kalimantan Selatan.
"Mohon maaf kami gagal menyumbangkan medali untuk Riau. Kami mengalami penurunan dimana pada Pra PON Remaja kami bisa mendapatkan dua perak melalui Annisa dan Afriyanto. Namun kali ini kami gagal," ujar manajer tim Judo, Desmon kepada Haluan Riau, Jumat (12/12) usai pertandingan.
Desmon tidak mau mencari kambing hitam atas kegagalan timnya. Kendati demikian, dia menyebutkan salah satu faktor kegagalan itu adalah karena tidak adanya pemakaian sistem unggulan di pertandingan PON Remaja ini. Akibatnya, atlet-atlet unggulan harus bertemu di awal pertandingan.
"PON Remaja ini tidak memakai sistim unggulan seperti PON senior. Akibatnya, dua atlet andalan kita Annisa dan Afrianto bertemu dengan lawan-lawan tangguh sejak awal. Afrianto bertemu dengan peraih perunggu Pra PON. Sementara Annisa kalah atas peraih emas Pra PON," terang Desmon.
Selain itu, Desmon mengakui atletnya mengalami penurunan penampilan. Hal itu disebabkan karena banyaknya faktor non teknis yang mempengaruhi. Salah satunya, persiapan atau pemusatan latihan yang tidak maksimal sebelum keberangkatan.
"Ada banyak faktor non teknis dan juga asupan gizi yang kurang saat pemusatan latihan sehingga membuat atlet tidak mengalami kemajuan. Kendati demikian, saya siap bertanggungjawab atas kegagalan ini," ujarnya. pep
 


Loading...

[Ikuti Riaumandiri.co Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar