Snack Bikini Vulgar, Berdampak Negatif pada Anak

Snack Bikini Vulgar, Berdampak Negatif pada Anak

JAKARTA (riaumandiri.co)– Pemerhati anak, Seto Muyadi, menilai kemasan produk Bihun Kekinian atau Bikini Snack tidak mendidik terhadap anak dan mengarah kepada unsur pornografi.


"Kalau itu memang makanan, tidak ada hal-hal tertentu, kenapa tidak diarahkan kepada sesuatu yang edukatif. Kenapa harus dikaitkan dengan sesuatu yang vulgar," kata pria yang akrab disapa Kak Seto, Jumat (5/8).


Menurutnya, Bikini Snack memiliki sifat yang tidak mendidik anak-anak.
"Jadi hal ini sesuatu yang sifatnya tidak mendidik anak-anak. Mengarah kepada unsur-unsur pornografi dan berpengaruh negatif kepada perkembangan jiwa anak," sambung dia.



Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah segera menghentikan perdagangan tersebut dari peredaran yang dijual secara online tersebut.
"Bahkan kalau perlu polisi segera menindak dan menghentikan peredaran produksi itu. Jadi, mohon dalam hal ini yang berkepentingan untuk bisa meminta produk itu dihentikan perdagangannya," kata dia.


Selain itu dia mengimbau orangtua dan pendidik agar waspada agar jangan membiarkan anak-anak membeli produk tersebut.
Sementara itu, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Penny Kusumastuti Lukito menegaskan, produk Bihun Kekinian atau Bikini Snack produksi Cemilindo Bandung, Indonesia, tidak terdaftar di BPOM.


"Produk itu tidak terdaftar di BPOM, tidak memiliki izin edar," kata Penny.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar pelaku usaha dari "Bihun Kekinian" baik produsen maupun penjual, untuk tidak memproduksi atau mengedarkan produk pangan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (ozc/rud)