Kapal Malaysia Curi Ikan di Perairan Asahan

Kapal Malaysia Curi Ikan di Perairan Asahan

 

Tanjungbalai (HR)- Kapal ikan asing berbendera Malaysia jenis pukat harimau bebas mencuri ikan di wilayah perairan Asahan, Sumatera Utara. Bahkan nekat melakukan aksi teror terhadap nelayan tradisional yang sedang mencari ikan.
Akibatnya, ratusan nelayan tradisional menjadi takut melaut, sebab tidak ada jaminan keamanan apabila terjadi bentrok dengan nelayan asing.
Informasi dihimpun Analisa di kalangan nelayan tradisional di Teluk Nibung, Senin (8/12) menyebutkan, saat itu nelayan tradisional jenis jaring asal Tanjungbalai melabuh jangkar untuk mencari ikan.
Tiba tiba, segerombolan kapal asing yang diperkirakan puluhan unit juga sedang mencari ikan di lokasi yang sama. Melihat keberadaan nelayan Indonesia, kapal ikan asing berbendera Malaysia itu mencoba melakukan teror dengan cara menabrak tali jangkar nelayan Indonesia.
Akibatnya, tali jangkar terputus sehingga kapal ikan Indonesia terombangambing dibawa arus air laut. Melihat kejadian itu, kapal ikan Indonesia yang lain berusaha membantu namun mendapat serangan mendadak dari kapal asing dengan cara dilempar batu dan parang.
“Kami juga terkejut dengan keberadaan kapal ikan asing itu di perairan Indonesia, bahkan melakukan teror agar nelayan Indonesia menyingkir sementara aksi mereka itu bebas dilakukan karena situasi keamanan di kawasan itu memang jauh dari pengawasan aparat,” ungkap Nakhoda KM Nelayan Jaya GT 6 asal Tanjungbalai, Alang.
Menurut Alang, saat itu nelayan ikan asing memang arogan melakukan teror terhadap kapal ikan Indonesia, sebab kapal mereka jauh lebih besar dari kapal ikan Indonesia. Keberadaan pukat trawl asing di wilayah perairan pantai Asahan Selat Malaka ini, memang sudah menjadi tontotan masyarakat nelayan Indonesia setiap hari. Namun belum ada satupun kapal asing itu, yang pernah tertangkap sehingga mereka bebas berbuat anarkis kepada nelayan Indonesia.
Lebih Berkuasa
“Bagaimana kami mau aman mencari ikan di laut sendiri, kapal ikan asing lebih berkuasa di kawasan ini. Kami berharap aparat keamanan laut dapat menangkap kapal kapal itu secepatnya,” ujarnya
Ketua Forum Komunikasi Nelayan Indonesia (FKNI) Tanjungbalai Asahan, Dahli Sirait mengatakan, kedua kapal ikan jaring yang mengalami insiden dengan kapal ikan asing Malaysia itu, anggota FKNI. Kejadiannya, Minggu (7/12) pagi dan siang hari saat nelayan mencari ikan di wilayah perairan Indonesia. Awalnya, kapal ikan Malaysia itu menabrak jaring jangkar salah satu kapal nelayan Indonesia kemudian meneror kapal ikan lain, yakni KM Nelayan Jaya dengan cara melempar pakai batu dan parang.
“Aksi kapal ikan asing di wilayah perairan pantai Asahan Selat Malaka ini, bertolak belakang dengan semangat Menteri Perikanan dan Keluatan RI dan Presiden Joko Widodo yang akan menenggelamkan kapal ikan asing, bila mencuri ikan. Bahkan tindakan kapal asing ini tidak saja mencuri tapi berani meneror nelayan Indonesia,”katanya
Berdasarkan laporan nelayan, katanya kapal ikan asing yang kerap melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia sering bertemu dengan nelayan tradisional Indonesia, namun mereka tidak takut bahkan sebaliknya melakukan teror, agar nelayan Indonesia yang takut mencari ikan didekat kapal asing.
Dalam aksi pencurian, kapal ikan Malaysia ini berbentuk gerombolan mencapai belasan kapal. Hal ini menjadikan nelayan Indonesia tidak berani mengusir bahkan menjadi takut mendekatinya.
“Kami sudah lama menerima laporan, di wilayah pengelolaan Perikanan (WPP) 571 sering terjadi pencurian ikan oleh kapal asing dan hal ini meresahkan masyarakat nelayan Indonesia, sebab kawasan WPP 571 ini menjadi semakin gersang, nelayan meminta agar pihak Kemanan Laut (Kamla) menindak tegas kapal kapal asing itu, tangkap dan tenggelamkan. (anl/ivi)